Sedulur, Pesanggaran - Cuaca ekstrem tengah membayangi perairan laut selatan Banyuwangi. Ombak tinggi disertai angin kencang terlihat beberapa hari terakhir. Melihat kondisi tersebut, aparat keamanan (gabungan TNI dan Polri) pun meningkatkan kesiapsiagaan, memperketat pengawasan di sepanjang pesisir Kecamatan Pesanggaran. Aktivitas wisata pantai masih tinggi meskipun masa libur Natal dan Tahun Baru telah berakhir. Akhir pekan ini, sejumlah pantai di Kecamatan Pesanggaran terpantau masih dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Kapolsek Pesanggaran AKP Maskur menjelaskan, peningkatan patroli dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu akibat perubahan cuaca ekstrem di wilayah pesisir selatan. “Kami tidak ingin menunggu sampai ada kejadian. Langkah ini murni untuk pencegahan, demi keselamatan masyarakat yang beraktivitas di pantai,” ujarnya saat dihubungi Sedulur, Rabu, 14 Januari 2026. Aparat keamanan memfokuskan pengawasan di beberapa destinasi wisata yang ramai, seperti Pantai Pulau Merah dan Pantai Mustika di Dusun Pancer, Desa Sumberagung. Mereka aktif berpatroli sekaligus merespons cepat apabila terjadi situasi darurat di kedua tempat tersebut karena dikenal sebagai tujuan favorit wisatawan. Para aparat keamanan tersebut tidak hanya berjaga di pos pengamanan, tetapi juga menyusuri area pantai untuk memastikan kondisi tetap terkendali. “Pantai ini ramai hampir setiap akhir pekan. Karena itu, kehadiran petugas penting agar pengunjung merasa aman dan lebih disiplin terhadap keselamatan,” kata AKP Maskur. Selain pengamanan fisik, aparat juga menekankan pendekatan persuasif. Mereka mengimbau wisatawan yang beraktivitas di pesisir untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan keselamatan. Petugas mengingatkan agar pengunjung tidak berenang terlalu jauh, menjauhi zona rawan ombak, serta memperhatikan tanda-tanda perubahan cuaca. Edukasi ini dinilai penting karena banyak kecelakaan laut terjadi akibat kelengahan. “Sering kali pengunjung terlena suasana liburan. Kami hadir untuk mengingatkan agar tetap waspada,” ucapnya lagi. Upaya pengamanan berlapis tersebut dinilai efektif. Selama periode libur panjang Nataru 2026, wilayah pesisir Pesanggaran terpantau aman dan tidak terjadi insiden menonjol yang membahayakan pengunjung maupun warga sekitar. Keberhasilan ini, menurut AKP Maskur, merupakan hasil sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan bersama. Tidak hanya wisatawan, para nelayan yang menggantungkan hidup dari laut selatan juga menjadi sasaran imbauan. Mengingat karakter ombak yang cenderung ekstrem, nelayan diminta untuk menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca dinilai berisiko. “Keselamatan tetap yang utama. Jika ombak tinggi dan angin kencang, sebaiknya nelayan tidak memaksakan diri,” katanya tegas. Maskur memastikan patroli dan penjagaan akan terus dilakukan selama potensi cuaca ekstrem masih berlangsung. Aparat berharap langkah preventif ini dapat menekan risiko kecelakaan serta menjaga wilayah pesisir Banyuwangi, khususnya di Kecamatan Pesanggaran, tetap kondusif. (gil)Baca Lainnya :
