Jumat, 16 Jan 2026
MENU

Perusahaan Tambang Emas PT BSI Raih Penghargaan K3 dari Gubernur Jawa Timur

Sedulur, Gresik – Mengawali tahun 2026, PT Bumi Suksesindo (BSI/Perusahaan) Pesanggaran, Banyuwangi menerima penghargaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersamaan dengan Apel Bulan K3 Nasional yang berlangsung di Stadion Tri Dharma Petrokimia Gresik, Rabu, 14 Januari 2026.

General Manager of Operations merangkap Kepala Teknik Tambang PT BSI Roelly Fransza menyambut gembira penghargaan perdana 2026 ini. Menurutnya, PT BSI menerima penghargaan berkat keberhasilan para pekerja mengimplementasikan K3 pertambangan di area operasi (site) PT BSI “Tujuh Bukit Operations (TBO)” di Pesanggaran dengan sangat baik.

“Berkat kerja keras dan kerja sama seluruh pihak, pada tahun 2025 secara umum, kita mengalami peningkatan performa K3 yang luar biasa,” tuturnya.


Baca Lainnya :

Hasil kerja keras dan kerja sama tersebut tercatat dalam capaian-capaian yang mengesankan, Roelly Fransza menambahkan. Hingga akhir Desember 2025, perusahaan tambang emas anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut berhasil mencatatkan 19,7 juta jam kerja tanpa kehilangan jam kerja (lost time injury—LTI). Artinya, tidak ada kejadian kecelakan yang mengakibatkan pekerja kehilangan jam kerja.

Selain itu, tidak ada pekerja TBO yang mengalami cedera yang dapat dicatat (recordable injury) sepanjang 2025 alias nol kejadian. Catatan ini terbilang istimewa karena toleransi total recordable injury frequency rate (TRIFR) PT BSI di Tujuh Bukit Operations adalah < 0,32.

Dalam K3 pertambangan, setiap cedera harus dicatat kemudian dilaporkan kepada Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM. Cedera semacam ini disebut recordable injury atau cedera yang dapat dicatat.

Sebuah cedera bisa dikategorikan recordable injury apabila memenuhi kriteria tertentu, seperti mengakibatkan kematian, hilangnya kesadaran, hari libur kerja atau kehilangan jam kerja, pekerjaan terbatas/dipindahkan, atau perawatan medis di luar pertolongan pertama (seperti penjahitan, rontgen, atau obat resep).

Alhamdulillah, tidak ada kejadian yang berakibat cedera serius terhadap pekerja di sepanjang tahun 2025. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam prestasi PT BSI ini,” kata Roelly Fransza bangga.

Catatan cemerlang K3 PT BSI bukan hanya itu. Angka rata-rata insiden yang berpotensi serius atau serious potential incident frequency rate (SPIFR) jauh di bawah target, yaitu 0,37 dari target < 1,47 sepanjang 2025.

Lebih jauh Roelly Fransza menyatakan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja telah menjadi komitmen dan nilai utama dalam setiap aktivitas operasional di Tujuh Bukit Operations.

“Setiap keputusan, setiap tindakan, dan setiap pekerjaan yang kita lakukan memiliki potensi risiko. Oleh karena itu, tidak ada target produksi yang lebih penting daripada keselamatan jiwa manusia. Setiap orang berhak pulang ke rumah dalam keadaan selamat dan sehat setelah bekerja, menikmati jerih payah kerja bersama keluarga,” ujarnya.

Pada 2026 ini, PT BSI bertekad untuk terus meningkatkan performa K3 di TBO, menuju jenjang kelas lebih tinggi dalam implementasi K3: On to the Next Level. Oleh karena itu, Perusahaan telah menetapkan Safety Beliefs dan Duty of Care sebagai bagian integral dari sistem manajemen keselamatan pertambangan di TBO. Target yang ingin dicapai adalah K3 semakin membudaya dalam aktivitas operasional sehari-hari. “Tujuan, sasaran, dan program K3 yang jelas akan membantu kita mencapai kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Roelly Fransza memungkasi. (sdl)