Senin, 13 Apr 2026
MENU

Fondasi Tergerus Air, Warga Tutup Jembatan Darurat Roda Dua di Sungai Lembu

Sedulur, Pesanggaran - Warga menutup sementara jembatan alternatif yang biasa digunakan kendaraan roda dua di Dusun Sungai Lembu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jumat, 10 April 2026.

Penutupan ini merupakan langkah antisipasi mengingat fondasi jembatan mulai tergerus derasnya arus Sungai Lembu.

Jembatan alternatif tersebut dibangun sebagai solusi darurat pasca-ambrolnya jembatan utama pada Juli 2025 lalu. Ia menjadi akses vital masyarakat Kandangan dan Sarongan untuk keluar ke arah Pesanggaran atau sebaliknya.

Cuaca ekstrem yang terjadi pada Selasa sore menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Luapan air tersebut menimbulkan arus yang cukup kuat sehingga menggerus bagian bawah jembatan, terutama plengsengan yang menopang struktur jembatan.


Baca Lainnya :

Warga yang khawatir jembatan akan amblas akhirnya sepakat menutup akses demi keselamatan bersama.

Salah satu warga Sungai Lembu, Nasokah, 45 tahun, mengatakan bahwa hujan deras yang turun dalam waktu cukup lama menjadi pemicu utama meningkatnya debit air sungai.

“Sejak siang hari sekitar pukul 10.00 WIB memang hujan deras dan mengakibatkan banjir sampai bawahnya gladak (jembatan) alternatif itu tergerus cukup dalam,” ujarnya.

Akibat penutupan ini, warga yang biasa menggunakan jalur tersebut kini beralih ke jembatan alternatif lain yang sebelumnya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses yang bisa digunakan untuk menghubungkan Desa Kandangan dan Desa Sarongan dengan wilayah timur gunung, seperti Sumberagung dan Sumbermulyo.

“Sementara lewat jembatan yang satunya. Semoga masih kuat karena fondasinya juga sedikit tergerus derasnya air,” kata Nasokah.

Penutupan sementara tentu menambah jarak tempuh dan waktu perjalanan warga, bahkan berpotensi menghambat roda perekonomian lokal jika berlangsung dalam waktu lama.

Selain sebagai penghubung antardesa, jembatan alternatif ini memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Banyak warga yang menggunakan jalur tersebut untuk distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga akses menuju pusat layanan publik.

Staf Kecamatan Pesanggaran Suryanto menyampaikan bahwa kondisi debit air Sungai Lembu saat ini sudah mulai menurun. Menurutnya, meski luapan air hanya berlangsung singkat, dampaknya cukup signifikan terhadap kondisi fondasi jembatan.

“Air Sungai Lembu naik dengan cepat dan mempunyai arus deras serta dampaknya langsung menggerus pondasi jembatan,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jembatan utama dan memperkuat jembatan alternatif agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. (gil)