Jumat, 24 Mei 2024
MENU
Waisak 2024

Jalan Pelik Pembalap Cilik

TUBUHNYA tidak terlalu gemuk, bahkan cenderung kurus, dengan kulit agak hitam. Usianya baru menginjak 10 tahun dengan tinggi badan sekitar 150 meter. Apabila sedang di rumah, seperti umumnya anak-anak seusianya, dia juga bermain layang-layang, game di telepon pintar, atau sekadar bersepeda bersama teman-temannya.

Siapa sangka anak yang bernama lengkap Devrin Roger Lee ini adalah seorang pembalap cilik. Devrin mulai membalap lima tahun lalu. Sejak saat itu, dia telah beberapa kali menjuarai kompetisi, baik kejuaraan tingkat kabupaten maupun provinsi. Yang terbaru adalah menjadi crosser terbaik 2019 kelas SE 50 cc tingkat Kabupaten Banyuwangi.

Baca juga: Penjual Ikan Legendaris Pesanggaran

Menurut Rosyid, 39 tahun, ayah sekaligus manajernya, siswa MI Al-Hidayah Kebondalem, Bangorejo tersebut sedari kecil sangat suka bersepeda. Dalam bersepeda, Devrin suka kebut-kebutan dan melompati gundukan-gundukan atau jumping.  


Baca Lainnya :

pembalap cilik 1
Devrin menerima penghargaan saat menjadi juara ke-4 Kejurprov Motocros New Srawet 2019.

Mengetahui kebiasaan anaknya, Rosyid malah senang. Dia menganggap hal itu sebagai sebuah bakat positif yang dimiliki anak sulungnya. Dia pun membelikannya motor Gazgas 50 cc dan mulai melatihnya. Hingga kemudian dia bergabung dengan Tim Falcata77 di bawah asuhan legenda crosser Banyuwangi, Arief Falcata.

“Sebagai orang tua, kami berusaha mendorong dan menyemangati untuk perkembanganya,” katanya.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Sebagai manajernya, Rosyid telah mengagendakan berbagai ajang kompetisi yang harus diikuti Devrin. Namun, pandemi Covid-19 mengakibatkan kejuaraan-kejuaraan tersebut harus dibatalkan. “Dia seharusnya naik kelas tahun ini,” tutur guru SMK NU Pesanggaran ini bangga.

Pada tahun 2021, Devrin berencana turun di lintasan aspal pada ajang MiniGP 12. Dia sudah beberapa kali latihan. Namun, karena di Banyuwangi sirkuit MiniGP secara resmi belum ada, sebagai alternatif, pembalap cilik ini berlatih di area pantai Marina Boom Banyuwangi bersama pembalap-pembalap Banyuwangi lainnya.

Untuk mengikuti kejuaraan tersebut, Rosyid mulai menyiapkan pendanaannya, terutama untuk membelikan Devrin motor MiniGP yang harganya mencapai Rp65 juta.

Baca juga: Usaha Ternak Kambing di Tengah Kesibukan

Masalah finansial memang masih menjadi kendala utama yang hingga saat ini kerap kali memusingkannya. Belum ada sponsor yang mendukung Devrin, sehingga dia harus merogoh kocek sendiri untuk pembiayaan.

“Sungguh beruntung selama ini dibantu Hendra Speed untuk mekaniknya. Kalau onderdil harus beli sendiri,” katanya.

Rosyid berharap ada pihak-pihak yang bersedia mensponsori anaknya agar bakatnya bisa terus berkembang. “Semoga anak saya mampu berprestasi dan membawa nama baik Banyuwangi, bahkan Indonesia,” katanya. (ala)