Jumat, 24 Mei 2024
MENU
Waisak 2024

Jelang Pembukaan Posyandu, TP PKK Sarongan Gelar Pelatihan Kader


Sebanyak 48 kader Posyandu mengikuti kegiatan yang berlangsung di ruang PKK Desa Sarongan tersebut.


Sedulur, Sarongan - Dalam rangka menuju pembukaan pelaksanaan pos pelayanan terpadu (Posyandu) di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Sarongan adakan pelatihan bagi para kader Posyandu Balita dan Posyandu Lansia, Sabtu, 29 Mei 2021.

Menurut Ketua TP PKK Desa Sarongan, Fitri Supriyadi, setiap kader membutuhkan peningkatan wawasan dari waktu ke waktu. Terlebih lagi, saat ini masih masa pandemi sehingga kader harus tetap melayani sambil tetap waspada terhadap pandemi.

Baca juga: Rapat Koordinasi Sukseskan Vaksinasi COVID di Pesanggaran

Sebanyak 48 kader Posyandu mengikuti kegiatan yang berlangsung di ruang PKK Desa Sarongan tersebut. Pelatihan berlangsung mulai pukul 09.00 sampai 11.00.


Baca Lainnya :

Bidan Puskesmas Sumberagung, Jainem, S.S.T., narasumber pelatihan, menekankan bahwa setiap kader harus benar-benar memahami tentang kesehatan balita dan lansia.

"Bila terjadi sesuatu dari balita maupun lansia tersebut agar bisa cepat melapor kepada tim medis ataupun kesehatan supaya cepat ditangani. Selain itu, seorang kader Posyandu harus selalu menyosialisasikan kepada masyarakat tentang menjaga kesehatan balita dan lansia," terangnya.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Khusus untuk balita, Jainem mengingatkan agar orang tua mengawasi tumbuh kembangnya dengan baik, khususnya anak di bawah tiga tahun. Menurutnya, usia anak di bawah tiga tahun merupakan usia emas anak dalam pertumbuhan.

"Jika anak Anda masih usia di bawah tiga tahun, jangan sekali-kali diasuhkan ke orang ataupun tidak diawasi sama sekali," katanya.

Baca juga: Peserta Penyuntikan Vaksin COVID di Kandangan Melebihi Kuota

Selain itu, ibu yang menyusui harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Makanan tersebut harus memenuhi 4 sehat 5 sempurna untuk memastikan kualitas gizi ASI.

Selain itu, ibu harus hati-hati memilih makanan. "Seperti kasus ibunya masih memberikan ASI kepada anak tetapi ibunya makan banyak sambal. Efeknya, bayi tersebut terserang diare dan dehidrasi. [Jika parah] bisa saja bayi tersebut meninggal," ujar Jainem.

Sementara untuk kegiatan Posyandu nantinya, dia mewanti-wanti agar semua tetap menaati protokol kesehatan. Menurut keterangannya, balita dan lansia termasuk golongan yang rentan terkena virus COVID-19. (gil)