Selasa, 18 Jun 2024
MENU
Waisak 2024

Kecelakaan Laut, Siapkan Ini Sebelum Melaut

Korban kecelakaan laut di wilayah laut Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Dwi Tutut Ramadhan ditemukan di pesisir pantai Bandialit, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jumat, 31 Juli 2020.

Hal ini dipastikan dari hasil identifikasi Tim Inafis Polres Jember dan RSUD dr. Soebandi Jember. Mayat yang ditemukan di pesisir pantai sekitar pukul 13:00 WIB dalam keadaan telungkup tersebut, dipastikan mayat Tutut.

Tutut beralamatkan di Penjaringansari, Rungkut, Surabaya mengalami kecelakaan laut bersama temannya, Hendri Susanto, warga Dusun Sumbermanggis, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Sabtu, 25 Juli 2020. Berbeda dengan Tutut, Hendri berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat.

Menanggapi peristiwa ini, seorang nelayan Pancer, Erfan Yulianto (40 tahun), memberikan sedikit masukan mengenai melaut dengan aman. "Pertama, pastikan cuaca sedang baik," kata Erfan.


Baca Lainnya :

Kecelakaan laut Pancer 3
Budi Wahyono

Erfan menyarankan para pelaut, baik baru maupun lama, untuk menggunakan aplikasi berbasis telepon pintar, Laut Nusantara. Keunggulan aplikasi ini memiliki data tentang cuaca, seperti kecepatan angin, arah angin, dan tinggi gelombang, sehingga bisa memastikan apakah kondisi sudah aman untuk pergi melaut atau tidak.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Dengan aplikasi ini, nelayan pun bisa melaporkan hasil tangkapan mereka, termasuk jenis ikan dan bobot tangkapan. Mereka juga bisa memantau perkembangan harga ikan di pasar, sehingga bisa menjual ikan dengan harga yang sesuai.

Namun, salah satu kekurangan penggunaan aplikasi ini adalah jarak penggunaan yang terbatas. Jika digunakan terlalu jauh ke tengah laut, Laut Nusantara tidak dapat digunakan karena sudah tidak mendapat sinyal. "Maksimal 10 mil laut," tutur Erfan.

Lebih jauh, Erfan menambahkan agar pelaut memastikan membawa peralatan keselamatan di perahunya. Selain itu, "harus punya keahlian mengoperasikan perahu," katanya.

Sementara itu, Budi Mulyono, seorang teknisi perahu nelayan asal Pancer, menceritakan bahwa perahu yang dinaiki Dwi Tutut masih baru dibeli. "Baru dibeli dua hari sebelum kejadian," katanya. 

Budi yakin bahwa Dwi Tutut belum berpengalaman mengemudikan perahu. Budi sangat menyayangkan hal ini dan berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (bay)