Sedulur, Pesanggaran - Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Pesanggaran, Banyuwangi terus melanjutkan distribusi bantuan air bersih di wilayah Kecamatan Pesanggaran. Air yang didistribusikan kepada warga diambil dari instalasi pengolahan milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi. Musim kemarau tahun ini, warga di Kecamatan Pesanggaran mengalami krisis air bersih. Sumur warga mulai mengering. Debit air di sejumlah sungai juga terlihat terus menurun. Kepala Desa Sumberagung Vivin Agustin mengatakan, dampak kekeringan tahun ini cukup berat. "Dari empat dusun, hampir seluruhnya terdampak kekeringan," kata Vivin, Kamis, 1 Oktober 2026. Sedikitnya 1.850 kepala keluarga (KK) di Desa Pesanggaran dan Desa Sumberagung terdampak penyusutan sumber air tersebut. "Kondisi sumur warga mayoritas sudah surut total, bahkan ada yang menyisakan lumpur. Bantuan dropping air dari PUDAM ini sangat krusial bagi warga kami untuk kebutuhan memasak dan minum," ujar Vivin. Kondisi serupa juga melanda wilayah sekitarnya. Membeli air bersih pun menjadi masalah tersendiri bagi warga sehingga mereka terpaksa mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebanyak tujuh armada tangki air bersih dikerahkan secara bertahap. Sejak Kamis pagi, warga terlihat mendatangi lokasi distribusi dengan membawa berbagai wadah penampung, seperti jeriken, ember, hingga galon. "Ketika kemarau, wilayah Sumberagung memang menjadi salah satu langganan krisis air," kata Vivin. Sementara itu, Plt. Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi mengatakan, distribusi akan dievaluasi berdasarkan kondisi di lapangan dan perkembangan kebutuhan masyarakat. "Jika armada kurang, tentu akan kita ajukan penambahan," tegas Didik. Pemerintah kecamatan juga mengimbau masyarakat menggunakan air bantuan secara hemat dan memprioritaskannya untuk kebutuhan yang paling mendesak. Selain itu, pemerintah juga akan terus memantau kekeringan ini hingga musim hujan tiba. (gil)Baca Lainnya :
