MENU
Waisak 2024

Kepala BMKG Berkunjung ke Pancer, Berjalan Kaki ke Tempat Evakuasi

Sedulur, Sumberagung - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati, mengunjungi Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Kamis, 4 Maret 2021.

Rita beserta rombongan tiba di Pancer sekitar pukul 14.30 WIB. Dia langsung berdialog dengan warga yang pernah mengalami tsunami dan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Pesanggaran. BMKG Jawa Timur, Bali, dan Banyuwangi; BPBD Banyuwangi; dan anggota Destana Sumberagung ikut dalam dialog yang berlangsung di Kantor Perikanan Pancer tersebut.

Baca juga: Monev PPKM Mikro di Desa Sumberagung

Dalam kesempatan ini, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) ini ingin melihat langsung bagaimana kesiapan masyarakat Pancer dalam menghadapi bencana. Setelah mendengar masukan dari warga dan pejabat setempat, Rita menyoroti masalah sarana dan prasarana pendukung kebencanaan.


Baca Lainnya :

kepala bmkg ke pancer 2
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati (berkerudung), berdialog dengan warga dan aparat pemerintah setempat di Kantor Perikanan Pancer, 3 Maret 2021.

“Saya yakin kalau kesiapan orangnya untuk antisipasi bencana pasti tangguh. Tapi, ketersediaan sarana dan prasarananya yang sepertinya belum ada dan kurang mendukung,“ tuturnya.

Dia pun menjelaskan bahwa kunjungannya ini untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana itu. Hasilnya akan menjadi masukan bagi pemerintah daerah hingga pusat untuk bagaimana bisa melengkapinya.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Setelah dialog, Kepala BMKG mengajak hadirin ke pantai Mustika. Di tempat ini, dia bermaksud menyimulasikan waktu yang dibutuhkan untuk menyelamatkan diri saat terjadi tsunami. Dia pun berdiri persis di bibir pantai. Menurutnya, rentang waktu antara gempa dengan tsunami adalah 10-30 menit.

Oleh karena itu, warga harus sudah berada di tempat aman sebelum 10 menit setelah gempa. “Jangan sampai ketika terjadi tsunami, warga tidak punya waktu lagi untuk menghindar menuju lokasi evakuasi,” terangnya.

Baca juga: Pantai Wisata Pancer Akan Gelar Festival Gowes Lobster Mustika

Wanita yang berlatar belakang akademik sebagai Profesor Geologi Lingkungan dan Mitigasi Bencana ini menambahkan, gempa yang dapat memicu tsunami pada umumnya berkekuatan di atas 8,0 skala richter. Ketinggian gelombang bisa mencapai 18 hingga 20 meter. 

Setelah menjelaskan hal itu, Rita mengajak tim BMKG berjalan menuju tempat evakuasi sementara di Gumuk Sainem yang berjarak 300 meter dari bibir pantai. Sebelum berjalan, dia mengatakan kepada ajudannya untuk menghitung waktu yang dibutuhkan untuk menuju gumuk atau bukit tersebut. Anggota Destana, Anang Supriadi, menjadi penunjuk jalan.

Setelah berjalan kurang dari lima menit, rombongan ini pun sampai di Gumuk Sainem yang terletak di belakang perkampungan Pancer. Ketinggian bukit ini adalah 50 meter dari permukaan laut. Namun, akses jalan menuju ke tempat tersebut cukup sulit. Satu-satunya jembatan yang ada sudah rusak.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Bali, Iman Fatchurochman, juga menyampaikan bahwa untuk menentukan jalur evakuasi dan tempat berkumpul, harus melalui kajian mendalam. “Lokasinya harus lebih tinggi dari gelombang," katanya. (bay)