Sedulur, Pesanggaran - Seorang ibu dari Sukamade berhasil melahirkan bayi laki-laki yang sehat setelah melalui proses evakuasi yang panjang. Dalam keadaan rasa sakit yang mendera tubuhnya, Dwi Novita Sari, 23 tahun, nama ibu itu, harus melintasi wilayah hutan dan menyeberangi sungai demi mendapatkan layanan persalinan yang aman. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari inisiatif preventif Pemerintah Desa Sarongan bersama Puskesmas Sumberagung untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, terutama di wilayah dengan akses kesehatan yang terbatas. Pada Kamis, 15 Januari 2026, tim kesehatan Puskesmas Sumberagung menjemput Novita dari Dusun Sukamade, wilayah terdalam Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Saat itu, usia kehamilannya telah memasuki 39 minggu dengan perkiraan persalinan sekitar 24-25 Januari 2026. Pihak Puskesmas sengaja mengawali penjemputan Novita mengingat lokasi Sukamade jauh dari fasilitas yang memadai. Selain itu, akses menuju Sukamade sulit dan jarak tempuhnya juga jauh. Setelah dijemput, Novita ditempatkan sementara di rumah keluarganya di Kampung Rajegwesi, lokasi yang lebih aman dan dekat dengan fasilitas kesehatan sehingga tenaga medis lebih mudah menjangkau. Menurut petugas Puskesmas Sumberagung Basuki Siswowibisono, langkah ini diambil untuk mengantisipasi risiko darurat yang kerap terjadi pada persalinan di daerah terpencil. “Ini bagian dari upaya pencegahan. Kami tidak ingin mengambil risiko ketika persalinan sudah terjadi di lokasi yang sulit dijangkau,” ujarnya. Keputusan tersebut terbukti sangat tepat. Pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, pukul 00.50 WIB, Dwi Novita melahirkan seorang bayi laki-laki secara normal di Rumah Bersalin Desa Sarongan. Bayi yang diberi nama Ahmad Ubaydillah Al-Fatih itu lahir dalam kondisi sehat dengan berat badan 2.400 gram dan panjang badan 50 sentimeter. Tenaga medis terus mendampingi proses persalinan. Proses persalinan sendiri berjalan lancar dan kondisi ibu dan bayi stabil. Setelah keduanya dinyatakan cukup kuat untuk melakukan perjalanan, pada Minggu, 25 Januari 2026, relawan Desa Sarongan yang tergabung dalam Destana (Desa Tangguh Bencana) mengantar Novita dan bayinya kembali ke Dusun Sukamade. Kepala Desa Sarongan Gunoto menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan relawan masyarakat. “Kami terus berupaya memastikan setiap ibu hamil di wilayah terpencil mendapat pendampingan maksimal. Ini bukti bahwa kolaborasi bisa menyelamatkan nyawa,” ujarnya. (gil)Baca Lainnya :
