Sedulur, Pesanggaran – Lantunan selawat dengan iringan musik rebana berkumandang dari Tujuh Bukit Futsal Stadium di Pos 6 site PT Bumi Suksesindo (BSI) Pesanggaran, Banyuwangi sore itu, Sabtu, 7 Maret 2026. Sebagai bagian dari Ramadan Fair tahun ini, PT BSI menggelar acara selawatan bertajuk Bumi Suksesindo Bersholawat.
Pukul
empat sore, acara baru saja dimulai. Ratusan karyawan mengikutinya, bergabung
dengan para pelajar lingkar tambang yang sedang mengikuti pesantren kilat. Agenda
pertama adalah penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sekitar perusahaan.
Perlu
diketahui, pembacaan selawat dipandu oleh kelompok selawat setempat, Majelis
Sholawat Roudhotul Huda Pesanggaran. Mereka adalah grup selawat yang digawangi
oleh para remaja lokal.
Terkait kegiatan
keagamaan di dalam site seperti ini, General Manager of Operations
sekaligus Kepala Teknik Tambang PT BSI Roelly Fransza mengatakan bahwa PT BSI sangat
menghargai praktik-praktik keagamaan para karyawannya. Setiap karyawan dapat
menjalankan perintah agamanya dengan bebas dan bertanggung jawab.
Baca Lainnya :
“Bulan
[Ramadan] yang mulia ini merupakan momen yang tepat untuk memuliakan Rasulullah
Muhammad SAW dengan cara memperbanyak sholawat,” ucapnya dalam sambutan.
Selebihnya,
Roelly Fransza berharap kegiatan ini dapat menginspirasi para karyawan agar
semakin cinta kepada nabinya, semakin kuat iman dan takwanya, sehingga semakin
peduli sesamanya. Di dunia kerja yang sarat risiko seperti pertambangan,
nilai-nilai tersebut sangat penting.
“Dengan
begitu, kita akan lebih peduli terhadap keselamatan, saling mengingatkan dalam
kebaikan, serta menjaga amanah pekerjaan yang kita emban,” katanya.
Tidak
hanya selawatan, panitia juga menghadirkan seorang kiai muda Banyuwangi, K.H.
Sunandi Zubaidi, untuk mengisi sesi pengajian agama. Dalam ceramahnya, pengasuh
Pondok Pesantren Kampung Kitab Kuning Al Kalam Blimbingsari ini banyak mengulas
tentang akhlak Nabi Muhammad.
Kiai
Sunandi mengisahkan bagaimana Nabi Muhammad begitu peka perasaannya dan peduli
terhadap sesamanya. Mengenai hal ini, Nabi berucap, “Tidaklah mukmin, orang
yang kenyang sementara tetangganya lapar sampai ke lambungnya”.
Para
karyawan tampak gembira mengikuti jalannya kegiatan sore itu. Mereka tetap
bertahan sampai acara diakhiri dengan buka puasa dan salat jemaah.
