Kamis, 12 Mar 2026
MENU

Semarakkan Ramadan, PT BSI Gelar Selawatan dan Santunan Yatim

Sedulur, Pesanggaran – Lantunan selawat dengan iringan musik rebana berkumandang dari Tujuh Bukit Futsal Stadium di Pos 6 site PT Bumi Suksesindo (BSI) Pesanggaran, Banyuwangi sore itu, Sabtu, 7 Maret 2026. Sebagai bagian dari Ramadan Fair tahun ini, PT BSI menggelar acara selawatan bertajuk Bumi Suksesindo Bersholawat.

Pukul empat sore, acara baru saja dimulai. Ratusan karyawan mengikutinya, bergabung dengan para pelajar lingkar tambang yang sedang mengikuti pesantren kilat. Agenda pertama adalah penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sekitar perusahaan.

Perlu diketahui, pembacaan selawat dipandu oleh kelompok selawat setempat, Majelis Sholawat Roudhotul Huda Pesanggaran. Mereka adalah grup selawat yang digawangi oleh para remaja lokal.

Terkait kegiatan keagamaan di dalam site seperti ini, General Manager of Operations sekaligus Kepala Teknik Tambang PT BSI Roelly Fransza mengatakan bahwa PT BSI sangat menghargai praktik-praktik keagamaan para karyawannya. Setiap karyawan dapat menjalankan perintah agamanya dengan bebas dan bertanggung jawab.  


Baca Lainnya :

“Bulan [Ramadan] yang mulia ini merupakan momen yang tepat untuk memuliakan Rasulullah Muhammad SAW dengan cara memperbanyak sholawat,” ucapnya dalam sambutan.

Selebihnya, Roelly Fransza berharap kegiatan ini dapat menginspirasi para karyawan agar semakin cinta kepada nabinya, semakin kuat iman dan takwanya, sehingga semakin peduli sesamanya. Di dunia kerja yang sarat risiko seperti pertambangan, nilai-nilai tersebut sangat penting.

“Dengan begitu, kita akan lebih peduli terhadap keselamatan, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta menjaga amanah pekerjaan yang kita emban,” katanya.

Tidak hanya selawatan, panitia juga menghadirkan seorang kiai muda Banyuwangi, K.H. Sunandi Zubaidi, untuk mengisi sesi pengajian agama. Dalam ceramahnya, pengasuh Pondok Pesantren Kampung Kitab Kuning Al Kalam Blimbingsari ini banyak mengulas tentang akhlak Nabi Muhammad.

Kiai Sunandi mengisahkan bagaimana Nabi Muhammad begitu peka perasaannya dan peduli terhadap sesamanya. Mengenai hal ini, Nabi berucap, “Tidaklah mukmin, orang yang kenyang sementara tetangganya lapar sampai ke lambungnya”.

Para karyawan tampak gembira mengikuti jalannya kegiatan sore itu. Mereka tetap bertahan sampai acara diakhiri dengan buka puasa dan salat jemaah. “Semoga lantunan sholawat yang kita panjatkan pada hari ini membawa keberkahan bagi kita semua, menenangkan hati, memperkuat iman, dan menumbuhkan kepedulian dalam kehidupan kita sehari-hari,” ucap Roelly Fransza memungkasi. (sdl)