Sedulur, Bangorejo - Ekonomi dunia sedang lumpuh akibat Covid-19 ketika Virna bersama suaminya memulai usaha produksi kerajinan tangan (handicraft) bernama HanifaraCraft di Bangorejo, Banyuwangi pada 2020. Waktu itu usia mereka masih awal 20-an. Mereka mengawali usaha mereka dengan memproduksi tas berbahan baku tali pengikat (strapping band), sebuah keterampilan yang telah mereka kuasai. Keterampilan yang mereka akui hasil belajar dari YouTube. Melalui HanifaraCraft, pasangan muda ini tidak sekadar membuat tas, tetapi juga ingin menyeriusi bidang usaha kerajinan tangan. Mereka membuat HanifaraCraft dengan harapan bisa menjadi sumber rezeki yang lancar sehingga membalikkan kondisi ekonomi keluarga. "Kami ingin membuat sesuatu di mana bahan bakunya mudah didapat di sekitar sini, tapi hasilnya bisa dinikmati orang di seluruh Indonesia," ungkap Virna mengenang semangatnya waktu itu. Langkah selanjutnya, Hanifara merangkul ibu-ibu rumah tangga sekitar yang telah mereka latih untuk menjadi tenaga produksi. Teknisnya, Virna menyediakan bahan baku, ibu-ibu itu menganyamnya di rumah masing-masing. Dengan sistem kerja berbasis rumah (home-based) seperti ini, ibu-ibu itu masih bisa menjalankan tugas-tugas domestik mereka. Sambil menjaga anak bermain atau menunggu masakan matang, mereka dapat merangkai strapping band menjadi tas bernilai ekonomi. Tanpa ia sadari, bisnis yang dikembangkannya berevolusi menjadi perwujudan pemberdayaan masyarakat. Saat ini, tercatat sekitar 40 ibu rumah tangga di sekitar Bangorejo yang tergabung dalam ekosistem Hanifara. Seiring berjalannya waktu, Virna terus mengembangkan Hanifara. Selain tas anyaman, mereka kini juga memproduksi bucket hias dan aneka gift box. Pelanggannya pun semakin luas terlebih setelah memasuki marketplace Shopee dan Tokopedia dengan nama HanifaraCraft. Merk ini kini telah melesat menjadi Star Seller di Shopee. Angka transaksinya sudah lebih dari 10.000 dengan rating kepuasan mencapai 4,8. Pengakuan terhadap kualitas produk Hanifara tidak hanya berhenti sampai di situ. Pada 2024, IDN Times merekomendasikan produk HanifaraCraft sebagai salah satu dari tujuh bouquet unik untuk hadiah wisuda. Selain itu, salah seorang pelanggan Hanifara, Fita Kusuma Indria Sari, 36 tahun, juga tak segan memuji produk-produknya. Baginya, HanifaraCraft berhasil mematahkan anggapan bahwa barang murah itu kualitasnya murahan. "Kualitasnya sangat baik dan rapi, benar-benar sesuai deskripsi. Yang saya suka, variasi model dan warnanya banyak. Jadi tidak bosan,” ujarnya. Meskipun dikerjakan oleh orang yang berbeda-beda, kualitasnya tetap sama. “Harganya pun sangat terjangkau untuk kualitas sebagus ini," ujar Fita. (sdl)Baca Lainnya :
