Senin, 17 Jun 2024
MENU
Waisak 2024

Komitmen BSI Tingkatkan Budaya K3 Para Karyawan

Sedulur, Pesanggaran - Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan wajib mengadakan pelatihan penyegaran tahunan atau pelatihan yang ditetapkan oleh Kepala Inspeksi Tambang sesuai dengan keputusan Kementerian ESDM nomor 1827 K30 MEM 2018.

PT Bumi Suksesindo (BSI/Perusahaan) melalui Departemen Occupation Health and Safety (OHS) mengadakan pelatihan penyegaran tahunan atau yang biasa dikenal dengan OHS Refresher Day.

Kegiatan yang menempati ruang Greatness Training Center ini dimulai pada 9 Mei 2024 dan ditargetkan selesai selama tiga bulan ke depan. Departemen OHS menargetkan seluruh karyawan BSI dan kontraktor mengikuti OHS Refresher.

“Kegiatan ini bersifat wajib karena setiap pekerja dituntut untuk memiliki budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3),” kata Staf OHS PT BSI Oky Pratama Putra.


Baca Lainnya :

Secara teori, terdapat empat tingkatan budaya K3, yaitu dasar, reaktif, terencana, proaktif, dan resilient. Berdasarkan hasil survey, karyawan BSI saat ini masih berada di tingkat reaktif yang artinya baru bertindak setelah terjadi kecelakaan dan menempatkan produksi menjadi prioritas di atas safety.

Guna meningkatkan budaya K3 karyawan ke tingkat terencana maupun resilient, PT BSI harus memberikan pemahaman yang sama dan menyeluruh kepada seluruh karyawan, salah satunya dengan OHS Refresher Day.

Materi selama OHS Refresher Day  diharapkan bisa menyegarkan informasi terkait K3 yang terdiri atas kebijakan keselamatan pertambangan (KP) dan nilai-nilai Perusahaan, pencapaian kinerja KP di site BSI, pengenalan jenis risiko dan pengendaliannya, pengelolaan fatigue, program peningkatan kinerja KP 2023, program 5R, dan promosi kesehatan.

Tak ketinggalan, pemateri yang berasal dari Departemen OHS juga mengajak peserta untuk mengulas balik insiden yang terjadi pada tahun sebelumnya agar menjadi pembelajaran dan tidak terjadi berikutnya.

Penyampaian materi terbagi menjadi dua sesi (pagi dan siang) di mana pemateri membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam untuk setiap sesi.

Dengan durasi yang cukup lama tersebut, Oky Pratama mengakui para peserta sangat mungkin merasa jenuh dan bosan.

“Trainer harus pintar melihat kondisi kelas. Pada saat jam kritis apalagi siang hari, pasti karyawan jenuh dan ngantuk. Kita mengadakan ice breaking dengan olahraga kecil yang bisa dilakukan di dalam ruangan serta game. Ada juga sesi pertanyaan yang tentu saja berhadiah. Ini momen yang di tunggu,” ujar Oky Pratama Putra.

Lebih lanjut, Oky berharap program ini dapat dilaksanakan secara rutin pada tahun-tahun berikutnya karena merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan kepada karyawan.

“Harapannya, setelah mengikuti OHS Refresher Da, karyawan lebih peduli terhadap keselamatan dan Kesehatan kerja,” katanya. (sdl)