Sabtu, 10 Jan 2026
MENU

Melihat Candi Manggala, Karya Besar Umat Buddha Yosomulyo

Sedulur, Gambiran - Para pembaca Sedulur mungkin ada yang belum tahu kalau di kawasan Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi ada sebuah candi. Masyarakat setempat menamainya Candi Manggala.

Lokasi Candi Manggala yang berada di wilayah Dusun Sidorejo Wetan ini bisa dikatakan cukup tersembunyi, berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Banyuwangi-Jember. Jalur masuknya adalah perempatan utara SPBU Yosomulyo ke arah timur. Bangunannya berada di belakang Vihara Dhamma Harja.

Memang candi ini tidak setua candi-candi terkenal di Indonesia. Candi Manggala baru mulai dibangun pada 2022 oleh umat Buddha setempat, khususnya keluarga besar Vihara Dhamma Harja. Meskipun pembangunan belum selesai sepenuhnya, kemegahannya sudah terlihat dan kesakralannya sudah terasa.

Candi Manggala berbentuk segi empat dengan ornamen stupa di atasnya. Tingginya sekitar 7 meter. Di keempat sisi bangunan candi terdapat empat patung Buddha dengan pose mudra yang berbeda-beda.


Baca Lainnya :

Tepat di bawah patung-patung tersebut, terdapat relief yang menceritakan perjalanan hidup Sang Buddha. Relief yang sama dengan ukuran lebih besar juga bisa dilihat di dinding belakang area ini. 

Jalur masuk menuju candi ada empat arah, searah dengan patung-patung Buddha menghadap. Yang membuat tempat ini terlihat semakin keramat adalah keberadaan patung-patung naga di jalur-jalur masuk tersebut. Naga-naga itu berdiri kokoh layaknya para penjaga. 

Keberadaan patung Buddha sangat dominan di kompleks Candi Manggala. Selain empat patung di empat sisi candi, juga terdapat 28 patung Buddha di sisi luar candi. Patung-patung tersebut ditata mengitari candi dalam bentuk segi empat.

Menurut penjaga candi, Sutoyo alias Toyek, 54 tahun, patung-patung Buddha di Candi Manggala berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti Mojokerto, Muntilan, dan Jawa Tengah.

Lanjutnya, umat Buddha Sidorejo Wetan mengangankan Candi Manggala bisa menjadi tempat beribadah lintas daerah, area wisata religi, dan tempat pelestarian seni dan budaya lokal. Oleh karena itu, mereka juga menyediakan penginapan berupa kamar-kamar berbentuk pondok kayu (cottage) di kompleks ini. 

“Kamar-kamar ini untuk disewakan kepada para pengunjung,” tuturnya kepada Sedulur, Senin, 10 November 2025.

Bagian terakhir dari kompleks Candi Manggala yang tidak kalah menarik adalah tempat sembahyang. Ia berada tidak jauh dari area patung-patung. Tempat sembahyang ini menyerupai sebuah pendopo. Di dalamnya juga terdapat sebuah patung Buddha berukuran besar dan berbagai ornamen khas Buddha lainnya.

Kompleks Candi Manggala saat ini sudah dibuka untuk umum. Kabar baiknya, pihak pengelola tidak memungut biaya masuk kepada para pengunjung. Masyarakat Banyuwangi kini bisa berwisata religi dan melihat perjalanan hidup Buddha tanpa perlu jauh-jauh.

Pengunjung juga bisa mendapatkan tour guide gratis dari bante yang bertugas. Namun, pengunjung disarankan untuk datang pagi hari sebelum pukul 12 siang karena bante akan beristirahat setelah waktu tersebut. (sdl)