Selasa, 23 Jul 2024
MENU
Waisak 2024

Mine Tour, Pemerintahan Desa Sumberagung Melihat Kinerja Lingkungan Perusahaan

Para anggota Pemerintahan Desa Sumberagung melihat titik penaatan di PT Bumi Suksesindo, Jumat, 9 Desember 2022.


Sedulur, Pesanggaran - Pemerintahan Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi mengikuti mine tour untuk melihat secara langsung kegiatan operasional perusahaan tambang PT Bumi Suksesindo (BSI) di Tujuh Bukit, Jumat, 9 Desember 2022.

"Ini yang pertama kali bagi saya mengikuti tour mining ke Tujuh bukit," kata anggota BPD Sumberagung, Djumari.

Hal tersebut juga dikatakan oleh Sekretaris Desa Sumberagung, Sugeng, S.H. Menurutnya, pemerintah desa sudah dua kali mengajukan usulan untuk melihat area pertambangan dari jarak dekat. "Akan tetapi, baru kali ini selama perusahaan ada di sini kita diberikan kesempatan," katanya.


Baca Lainnya :

Baca juga: Disorot Ada Penyelewengan Bantuan Sosial, Begini Penjelasan Pendamping PKH Pesanggaran

Perwakilan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) Sumberagung, seperti BUMDes, karang taruna, PKK, HIPPA, RT, RW, dan perwakilan pokmas dan masyarakat mengikuti tur ini.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberagung, Vivin Agustin, berharap peserta bisa memperoleh gambaran yang objektif tentang kondisi pertambangan dengan melihatnya secara langsung. 

Selama ini, berkembang pemahaman di masyarakat bahwa perusahaan tidak mengelola lingkungan dengan baik. Sebagian masyarakat juga meyakini bahwa aktivitas penambangan akan menghabiskan Gunung Tumpang Pitu yang mereka sebut sebagai benteng tsunami. 

Baca juga: Dispora Banyuwangi Gelar Sosialisasi Narkoba dan HIV/AIDS kepada Para Pemuda

Dalam kesempatan yang sama, Senior Manager External Affairs Bambang Wijanarko mengungkapkan, perusahaan akan selalu bekerja dengan menaati peraturan dan prinsip-prinsip pertambangan yang baik (good mining practices).

Kalau hal tersebut tidak dilakukan, perusahaan bisa mendapatkan sanksi dari pemerintah, mulai dari teguran, denda, sampai pencabutan izin, terutama terkait dengan pengelolaan lingkungan.

"Selain menambang, perusahaan juga melaksanakan kegiatan reklamasi," kata Bambang saat mendampingi para peserta mine tour.

Sejak tahun 2017 hingga saat ini, PT BSI telah mereklamasi lahan seluas 80 hektar. Dari luas lahan tersebut, 42 hektar telah mendapat penilaian dari Kementerian ESDM.

Baca juga: Bantu Korban Gempa, Tim Tanggap Darurat BSI Bertolak ke Cianjur

Dengan cara tersebut, perusahaan berupaya kegiatan pertambangannya tidak mengusik habitat yang ada dan tidak menghilangkan keberadaan tanaman asli. Oleh karena itu, perusahaan telah melakukan pembibitan sejak awal.

"Selain itu, mengenai reklamasi, perusahaan juga memberikan jaminan uang kepada pemerintah yang jumlahnya tidak sedikit," kata Bambang. 

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan air, perusahaan memanfaatkan air hujan yang ditampung dalam kolam-kolam dan sedikit saja menggunakan air resapan untuk kebutuhan konsumsi bagi karyawan.

Baca juga: Sempat Tertunda karena Hujan, Challenge IFRC Ke-19 Dipenuhi Aksi Ngotot Peserta

Pada saat musim hujan, air dari kolam akan dipompa ke penampungan air yang lain atau waduk untuk mengendapkan sedimen atau lumpur. Kapasitas pompa mencapai 240 meter kubik/detik.

Ada beberapa kolam/waduk untuk pengolahan air yang terkontrol dengan baik. Salah satunya dengan adanya titik penaatan. Di sini, perusahaan memasang teknologi yang terhubung langsung ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk memberikan informasi tentang data setiap 2 menit sekali.

Informasi tersebut mengenai kelayakan air yang akan keluar dari area tambang. "Jika belum sesuai, akan ada catatan yang akan kita terima langsung dari kementerian," kata Bambang Wijonarko. (bay)