Selasa, 23 Jul 2024
MENU
Waisak 2024

Muara Mbaduk, Alternatif Wisata di Sarongan

Sarongan – Pantai Muara Mbaduk terletak di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Pantai yang segaris dengan pantai Rajegwesi ini memang belum begitu populer dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Pesanggaran: belum banyak orang yang mengunjungi dan mengekspos pantai ini.

Warga sekitar lebih suka menyingkat Muara Mbaduk dengan sebutan Mumba. Sebenarnya, pantai ini bernama Pandansari. Mengapa dijuluki pantai Pandansari? Menurut cerita masyarakat Mbayuran—sebutan daerah sekitar pantai Mumba, disebut demikian karena di sepanjang garis pantainya ditumbuhi pohon pandan laut yang lebat.

Pengelola kawasan wisata ini adalah para pemuda kampung Mbayuran. Hingga saat ini, mereka masih menggratiskan tiket masuk kawasan pantai Mumba.

Baca juga: Bisnis Kue Menguntungkan Berawal dari Hobi


Baca Lainnya :

Meskipun belum seterkenal pantai Pulau Merah atau Mustika di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, keindahan pantai Mumba tidak kalah dengan kedua pantai tersebut. Pemandangan laut yang langsung mengarah ke samudra dan bukit-bukit hijau sangat memanjakan mata. Menyaksikan matahari terbenam atau sunset di pantai ini sungguh menenangkan: indah dan lembut, apalagi sambil memancing. Di sini ada spot memancing idaman yang menawarkan berbagai macam ikan.

Sayangnya, pengelola wisata belum bisa menyediakan fasilitas memadai di area wisata. Saat ini, fasilitas yang ada hanya kamar mandi, tempat parkir, serta warung-warung kecil.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Di seberang muara, ada sebuah batu yang disakralkan warga bernama Watu (batu) Langgar. Watu Langgar berwujud batu karang, menurut Mbah Gimun, adalah batas dari laut dan muara yang berarus sangat deras. “Pengunjung jangan bermain di situ,” kata Mbah Gimun mengingatkan.

Muara Mbaduk berada pada jalur yang sama dengan pantai Rajegwesi. Akses jalan sudah relatif mudah, tetapi masih harus melewati jalanan beraspal rusak yang tidak terlalu panjang, kurang lebih 3 km. Ada gapura terbuat dari bambu bertuliskan “Welcome to Muara Mbaduk” yang menandai masuk area wisata.

muara mbaduk rajegwesi 2
Selamat datang di Muara Mbaduk.

Di sebelah utara pantai ini ada sebuah hamparan tanah yang luas. Konon, di masa kolonial, tempat ini merupakan lapangan terbang dan sekarang menjadi wilayah angkatan udara. 

Baca juga: Perajin Rotan Ini Utamakan Kepuasan Pelanggan

Menurut Mbah Gimun, 65 tahun, seorang kakek yang mempunyai tegal di derah Muara Mbaduk, mbaduk adalah sebutan untuk untuk aliran sebuah sungai atau bisa disebut muara. Yang bermuara di sini adalah sungai Kandangan dan sungai Sarongan. Dulunya mbaduk ini adalah muara yang sangat dalam. "Sekarang lubuk-lubuk di sungai sudah hilang," tutur Mbah Gimun dalam Bahasa Jawa.

Di masa pandemi ini, Mumba masih sepi pengunjung karena ditutup sementara. Para pengelola berharap wabah Corona segera berlalu, sehingga wisata bisa menggeliat kembali. (gil)