Jumat, 06 Nov 2026
MENU

Murid AKASIA Rumah Pintar BSI Raih Juara Nasional Matematika

Sedulur, Pesanggaran - Murid program Akademi Matematika dan Sains/IPA (AKASIA) yang diselenggarakan di Rumah Pintar, fasilitas pendidikan untuk masyarakat milik PT Bumi Suksesindo (PT BSI), kembali menorehkan prestasi nasional di bidang pendidikan.

Prestasi tersebut ditorehkan oleh Ayla Septia Mulya Putri, murid kelas V SDN 6 Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi. Ia berhasil meraih juara ke-2 kategori kelompok dalam ajang lomba nasional Matematika GASING (gampang, asyik, dan menyenangkan).

Kompetisi itu berlangsung di Halmahera Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara pada 5–7 Oktober 2026.

Koordinator Program AKASIA Rumah Pintar PT BSI, Dewi Anjarani, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian Ayla. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa dari daerah pinggiran memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional ketika memperoleh pembinaan yang tepat.


Baca Lainnya :

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, kami sangat senang, dan kami bangga," kata Dewi.

Dewi yang juga merupakan guru SDN 8 Sumberagung menjelaskan, program AKASIA mulai berjalan pada Oktober 2025. 

Sebenarnya, Ayla lebih tertarik menekuni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada awalnya. Namun, setelah mengikuti pembinaan, seleksi siswa berprestasi, serta persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN), kemampuan Ayla di bidang Matematika justru terlihat menonjol.

"Akhirnya, sampai saat ini kalau ada lomba atau seleksi, Ayla lebih memilih Matematika. Jadi, potensi dan keunggulannya yang mencolok memang di Matematika, walaupun awalnya dia mengira lebih ke IPA," paparnya.

Program AKASIA dirancang sebagai upaya meningkatkan kemampuan numerasi sekaligus mengembangkan potensi akademik siswa sekolah dasar di wilayah Desa Sumberagung. Kegiatan pembinaan berlangsung selama satu tahun dengan jadwal pelatihan rutin setiap Sabtu di fasilitas pembelajaran Rumah Pintar.

Proses pembelajaran dilengkapi pemantauan, evaluasi, serta pre-test dan post-test untuk mengetahui perkembangan kemampuan siswa. 

Bagi peserta yang masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika dasar, tutor memberikan pendampingan intensif secara langsung di sekolah masing-masing.

Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi guru dari sembilan sekolah dasar di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Setiap kepala sekolah menunjuk satu hingga dua guru untuk menjadi tutor. Pola tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan siswa, tetapi juga memperluas ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik di antara para pendidik.

Menurut Dewi, AKASIA menjadi wadah bagi guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif sekaligus mendorong pemerataan kesempatan belajar bagi siswa.

"Komitmen belajar Ayla memang luar biasa tinggi. Anaknya kompetitif dan punya niat kuat dari diri sendiri. Dukungan dari orang tuanya juga sangat luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi teman-temannya," ujarnya.

Dalam proses seleksi Lomba Matematika GASING tingkat kabupaten, terdapat tiga siswa peserta program AKASIA yang berhasil lolos. Namun, untuk melaju ke tingkat nasional, hanya peserta dengan capaian terbaik pada kategori individu yang terpilih, yakni Ayla.

Di tingkat nasional, Ayla bersama timnya harus melewati lima babak asesmen. Nilai dari tahapan tersebut diakumulasikan hingga akhirnya tim yang diperkuat Ayla berhasil mengamankan posisi Juara 2 Nasional kategori kelompok.

Prestasi ini menjadi salah satu capaian penting dari proses pembinaan AKASIA yang mengedepankan penguatan kemampuan dasar, latihan terstruktur, serta pengembangan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi kompetisi.

Pembelajaran AKASIA sendiri disusun secara bertahap. Pada Batch 1, materi difokuskan pada penguasaan matematika dasar, meliputi perkalian, pembagian, pecahan, desimal, hingga persentase. 

Selanjutnya, pada Batch 2, pembelajaran diperdalam ke bidang IPA yang membutuhkan kemampuan berhitung dan numerasi.

"Peserta program AKASIA mencakup dua kelas dari jenjang SD dengan total 30 siswa. Peserta paling kecil kelas tiga dan paling besar kelas lima SD," tambah Dewi.

Keberhasilan program AKASIA tidak terlepas dari dukungan fasilitas dan operasional yang disediakan PT BSI. Perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran tersebut mendukung penyediaan tempat belajar yang nyaman, makan siang bagi peserta, kebutuhan operasional program, serta insentif bagi para tutor.

Rumah Pintar PT BSI di Desa Sumberagung dilengkapi enam ruang, yakni dua ruang kelas Bahasa Inggris, dua ruang kelas teknologi informasi dan komunikasi (TIK)/komputer, satu perpustakaan, serta satu ruang guru. Fasilitas pendukung lainnya meliputi ruang bermain, musala, dan dapur cantik.

Dengan fasilitas tersebut, Rumah Pintar diharapkan menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan mereka.

Kepala Operator Utama Rumah Pintar PT BSI, Sulaiman, S.Pd., menjelaskan bahwa program AKASIA berangkat dari semangat untuk menampung sekaligus memfasilitasi anak-anak berbakat, khususnya dalam bidang matematika dan IPA, di wilayah lingkar tambang.

"Program ini merupakan inisiatif dari Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3 Pesanggaran yang bekerja sama dengan Rumah Pintar PT BSI sebagai tempat pelaksanaan kegiatan," terang Sulaiman.

Program AKASIA merupakan bagian dari upaya Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT BSI.

Prestasi Ayla di tingkat nasional diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar, mengenali potensi diri, dan berani berkompetisi.

Kolaborasi antara sekolah, orang tua, pengajar, dan dukungan dunia usaha diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak di wilayah pinggiran Banyuwangi untuk meraih prestasi. (gil)