Selasa, 18 Jun 2024
MENU
Waisak 2024

Puskesmas Sumberagung Tekankan Pentingnya Posyandu

Sedulur, Sumberagung - UPTD Puskesmas Sumberagung menerangkan pentingnya Posyandu dan Taman Posyandu di sebuah desa kepada kader-kader posyandu dari wilayah Kecamatan Pesanggaran, Rabu, 25 November 2020.

“Rata-rata, saat ini Taman Posyandu di Kabupaten Banyuwangi yang optimal baru 19 persen, dan yang lainnya masih tumbuh optimal baik itu Posyandu, DKP, maupun PAUD-nya,” kata Kepala Puskesmas Sumberagung, Sugiyanto, dalam paparannya.

Baca juga: KPU Banyuwangi Sosialisasi Pemilu di Rajegwesi

Taman Posyandu perlu diwujudkan dengan dasar pemikiran bahwa kesehatan merupakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan investasi. Selain itu, bersama dengan pendidikan, kesehatan merupakan pilar yang berpengaruh terhadap kualitas hidup sumber daya manusia (SDM), dan merupakan program wajib pemerintah. "Sangat penting menumbuhkembangkan Posyandu dan Taman Posyandu," tuturnya.


Baca Lainnya :

puskesmas sumberagung posyandu 1
Kader Posyandu Pesanggaran mengikuti penjelasan pentingnya Taman Posyandu.

Secara umum, tujuannya untuk memberikan contoh nyata cara merangsang perkembangan anak kepada orang tua dan masyarakat supaya dapat dilanjutkan kepada lingkungan keluarganya.

Untuk tujuan khususnya adalah memberikan wahana bermain yang mendidik kepada anak; memperluas jangkauan layanan PAUD hingga ke wilayah perdesaan; meningkatkan kemampuan orang tua, keluarga, dan masyarakat dalam merangsang perkembangan anak melalui  contoh nyata; dan melengkapi dan memperkuat program BKB dan posyandu guna memberikan layanan yang utuh dan terpadu kepada anak.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Kegiatan posyandu sendiri terdiri dari berbagai jenjang usia. Posyandu terhadap bayi dan balita dilakukan melalui penimbangan, penyuluhan gizi dan kesehatan, pemberian paket pertolongan gizi, deteksi dini tumbuh kembang, identifikasi penyakit, pengobatan sederhana, dan rujukan.

Layanan posyandu terhadap ibu hamil berupa pemeriksaan kehamilan, pemberian makanan tambahan (PMT) untuk ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK), pemberian tab Fe atau zat besi dan kapsul yodium, penyuluhan gizi, kesehatan ibu, dan perencanaan persalinan.

Baca juga: Guru PAI Pesanggaran Ikuti Penilaian Kinerja

Untuk ibu nifas atau menyusui penting untuk memberikan kepada mereka vitamin A dan tab Fe, PMT, pelayanan nifas untuk ibu dan bayinya, serta pelayanan KB dan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) atau penyuluhan. Sementara untuk Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) pada anak, pembinaannya dilaksanakan secara komprehensif dan berkualitas dengan melakukan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang anak.

“Semua pihak harus bersinergi, baik itu petugas kesehatan, pihak pemerintah desa, kecamatan, dan yang lainnya untuk mewujudkan Taman Posyandu,” tutur Sugiyanto.

Kader PKK berfungsi sebagai penggerak. Yakni, menggerakkan kader dan sasarannya, baik yang ada di desa maupun kecamatan. Pembinaan gizi dan pemeliharaan kesehatan menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan melalui puskesmas. Sedangkan Dinas Pendidikan, melalui pembinaan penggerak PAUD, yaitu para gurunya harus diberikan pelatihan tentang deteksi dini.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Ada juga PLKB yang melakukan bina keluarga balita dan perlindungan anak. Sementara dari Bappenas, baik pusat maupun daerah, adalah pembuat perencanaan dan pembinaan.

Yang tidak kalah penting adalah peran organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai penggerak kepedulian dan peran serta masyarakat untuk bisa memberikan masukan, gagasan, umpan balik, dukungan, dan sebagainnya.

Intinya, Taman Posyandu harus terus berkembang. Dan saat ini, melalui program Asuhan Mandiri, harusnya sudah bisa dilaksanakan, yakni dengan menanam Tanaman Obat Keluarga (Toga). "Diharapkan dalam setiap Taman Posyandu, sarana dan pra-sarana sudah harus memadai, minimal dalam satu desa ada satu Taman Posyandu yang dapat tumbuh optimal," katanya. (bay)