Selasa, 18 Jun 2024
MENU
Waisak 2024

Satgas Covid-19 Desa Sumberagung Semprot Fasum dengan Disinfektan

Sedulur, Sumberagung - Satuan tugas (Satgas) COVID-19 Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi menyemprot beberapa tempat ibadah yang ada di wilayah Desa Sumberagung dengan cairan disinfektan, Selasa, 20 April 2021.

Selain tempat ibadah, petugas juga menyemprot berbagai fasilitas umum (fasum), seperti lembaga pendidikan, pasar, dan pos kamling. Bahkan, tempat-tempat menongkrong juga tidak luput dari penyemprotan bahan kimia anti virus tersebut.

Baca juga: Safari Ramadan Pengurus Ranting NU Sarongan

"Penyemprotan kita lakukan di Dusun Rejoagung dan Sungailembu untuk kemarin [19 April 2021]. Dan sekarang di Dusun Pancer dan Silirbaru," kata Kepala Desa Sumberagung, Vivin Agustin, sebagai Ketua Satgas COVID-19 Desa Sumberagung.


Baca Lainnya :

Anggota Satgas COVID-19 Desa Sumberagung menyemprot lingkungan SDN 2 Sumberagung dengan cairan disinfektan, Selasa, 20 April 2021.

Kegiatan penyemprotan ini merupakan bagian dari program pencegahan penyebaran virus Korona. Upaya-upaya pencegahan memang harus terus dilakukan, apalagi anggarannya sudah tersedia. 

Mengenai dana tersebut, Kasi Kesra Desa Sumberagung, Sugeng, mengatakan bahwa anggaran untuk penanganan virus Korona di desanya sebesar Rp126 juta. Sesuai aturan yang ada, dana itu berasal dari persentase penerimaan dana desa (DD) sebanyak 8 persen. Penerimaan DD Sumberagung sebesar Rp1.584.686.000 tahun 2021.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Sugeng, dalam Satgas COVID-19 Desa Sumberagung berposisi sebagai anggota seksi pencegahan, menambahkan bahwa anggaran tersebut telah terserap sebanyak 30 persen. Penyerapan terbesar adalah untuk pendirian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dan sosialisasinya.

"Sudah 11 kali kita melakukan sosialisasi dan akan terus berlanjut," katanya.

Baca juga: Mengebut Proyek Paving Jalan 350 Meter di Kandangan

Status Desa Sumberagung sendiri, masih menurut Sugeng, sejak pertengahan Februari 2021 sampai hari ini berada pada zona hijau atau zona aman dari penyebaran virus. Meskipun demikian, dia mengingatkan semua pihak agar tetap waspada karena situasi bisa berubah kapan saja. 

"Disiplin dan tertib pada protokol kesehatan harus tetap diaktifkan," kata Sugeng mengakhiri penjelasannya. (bay)