MENU

Tim ERT PT Bumi Suksesindo Latih Relawan Bencana Gereja tentang Pemadaman Api Dini

Sedulur, Glenmore - Emergency Response Team PT Bumi Suksesindo (ERT PT BSI) kembali menunaikan peran sosialnya dengan menjadi pemateri pelatihan pemadaman api dini di GKJW Tulungrejo, Glenmore, Banyuwangi, Minggu, 9 Agustus 2026.

Pelatihan keterampilan dasar penanggulangan potensi kebakaran tersebut diikuti oleh 20 perwakilan gereja-gereja se-Kabupaten Banyuwangi yang tergabung dalam Relawan Tangguh Bencana GKJW. Sementara itu, ERT PT BSI mengirimkan dua anggotanya untuk membawakan materi tersebut, yaitu Andris Maulana dan Ormana Adi Candra.

Ketua Relawan Tangguh Bencana GKJW Banyuwangi Selatan Joko Adi menyampaikan bahwa fokus utama dari agenda ini adalah penanganan dan penguasaan alat pemadam api ringan.

"Pelatihan kali ini berkaitan dengan penggunaan APAR untuk memadamkan api dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Diharap pengetahuan dari kegiatan ini dapat dibagikan kepada jemaat-jemaat gereja masing-masing," ujar Joko Adi.


Baca Lainnya :

Pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu pemaparan materi dan praktik langsung. Kedua pemateri menyampaikan dengan lugas perihal bahaya api dan penanggulangannya kepada para peserta.

Kegiatan semakin seru ketika sesi praktik digelar. Sebelumnya, panitia telah menyiapkan alat peraga berupa tabung gas 3 kilogram, tong sampah, dan APAR.

Meskipun sudah dijelaskan tentang api beserta teknik penanganannya, para peserta masih terlihat canggung bahkan seperti takut-takut. Bagaimana tidak, mereka diminta untuk memadamkan api yang menyala di sebuah tabung gas melon.

Jeritan kecil yang disambut tawa sesekali terdengar di antara para peserta. Para pelatih dengan sabar mengarahkan gerakan mereka sambil terus mengingatkan bahwa ketenangan dan fokus sangat penting dalam penanganan kebakaran.

Dalam simulasi tersebut, para peserta belajar untuk memadamkan percikan api sebelum membesar. Menurut Joko Adi, langkah ini krusial untuk menekan risiko kerugian material dan mengurangi kepanikan warga saat situasi darurat terjadi. Melalui kegiatan ini, Joko berharap para relawan tidak hanya siap menjaga keamanan di lingkungan tempat ibadah masing-masing, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi tanggap bencana bagi jemaat gereja. (sdl)