Sedulur, Pesanggaran - Hingga sore, tim SAR (search and rescue) gabungan terus mencari seorang pemanah ikan yang dilaporkan hilang setelah terseret ombak di kawasan Parang Cuncun, Pulau Merah, Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi, Rabu, 15 Juli 2026. Korban diketahui bernama M. Jakfar Sodiq, 37 tahun, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo. Kasatpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchamad Wahyudi mengatakan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban sedang beraktivitas memanah ikan ketika ombak besar datang secara tiba-tiba dan menyeretnya ke laut pada Rabu pagi. "Teman korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Pos Satpolairud Unit Pancer sehingga petugas langsung bergerak menuju lokasi," ujar Wahyudi. Mendapat laporan itu, Satpolairud membentuk tim SAR gabungan bersama Basarnas, BPBD, TNI-Polri, lifeguard, nelayan, dan relawan langsung. Tim pun kemudian segera menyisir sekitar lokasi kejadian hingga perairan selatan Pulau Merah. "Kami bersama tim SAR gabungan masih melakukan pencarian. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi kejadian dan mengikuti pergerakan arus laut," kata Kompol Wahyudi. Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi I Made Oka Astawa menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari petugas lifeguard Pantai Pulau Merah sekitar pukul 10.05 WIB dan langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi. Dalam operasi tersebut, Kantor SAR Banyuwangi menerjunkan tujuh personel rescue dengan dukungan satu unit Rescue Car Type II, satu set perahu karet, peralatan water rescue, peralatan medis lengkap, tiga unit alat komunikasi, serta satu unit drone thermal untuk membantu pemantauan dari udara. Menurut Made Oka, cuaca di lokasi pencarian relatif cerah sehingga cukup mendukung proses operasi. Namun, seluruh personel tetap diminta mengutamakan keselamatan karena karakter ombak pantai selatan Banyuwangi dapat berubah secara tiba-tiba. "Saat ini operasi pencarian terhadap korban masih berlangsung. Perkembangan hasil pencarian akan kami sampaikan secara berkala sesuai informasi resmi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi," ujarnya. Di sisi lain, Kompol Muchamad Wahyudi mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas di atas batu karang saat gelombang tinggi. Kawasan Parang Cuncun dikenal berombak besar yang dapat datang secara mendadak dan membahayakan keselamatan. "Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi cuaca,” tegasnya. (gil)Baca Lainnya :
