Minggu, 21 Apr 2024
MENU
Ramadan 2024

Warga Sumberagung Terima Bantuan JPS Tahap Kedua

Sumberagung – Warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi menerima bantuan pangan Jaring Pengaman Sosial (JPS), Rabu, 19 Agustus 2020.

Bank Jatim menjadi mitra pemerintah untuk menyalurkan bantuan ini. Menurut salah seorang petugas bank, Eko Wahyu, hari ini pihaknya menyalurkan bantuan JPS ke tiga desa di Kecamatan Pesanggaran, yaitu Desa Pesanggaran, Desa Sumbermulyo, dan Desa Sumberagung.

Penyaluran JPS ini merupakan yang kedua pada tahun ini. Penyaluran tahap kedua ini akan berlangsung pada Juli-Desember 2020, dengan fokus meningkatkan daya beli masyarakat dalam memacu perekonomian.

“Nominalnya sebesar Rp200,000. Bantuan ini untuk membantu percepatan proses penanganan dampak Covid-19,” kata Eko.


Baca Lainnya :

Ia menambakan, bentuk bantuan mengikuti kebijakan masing-masing wilayah, bisa dalam bentuk sembako atau uang tunai.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberagung, Vivin Agustin, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Dia bersama aparatnya akan berusaha menyaluran bantuan dengan sebaik-baiknya.

Lanjut ke halaman berikutnya...

"Saya meminta penyalurannya langsung ke penerima masing-masing,” kata Vivin saat ditemui di kantor desa.

Sebanyak 332 orang penerima mengantre di balai desa Sumberagung. Mereka berasal dari empat dusun, yaitu Silirbaru, Rejoagung, Sungailembu, dan Pancer. Mereka memenuhi semua kursi yang disediakan.

bantuan jps warga 2
Sebagian warga mengantre di beranda gedung desa sebelah barat.

Balai desa Sumberagung yang belum sepenuhnya selesai dibangun tidak sanggup menampung mereka. Sebagian dari mereka terpaksa duduk di beranda gedung sebelah barat. Sebagian lagi terlihat berdiri di pekarangan kantor desa.

Warga penerima sudah berkumpul di balai desa sejak pukul 12.00. Petugas Bank Jatim baru tiba di lokasi pukul 13.00 setelah sebelumnya menyelesaikan pembagian di Desa Pesanggaran dan Desa Sumbermulyo.

Setelah semua persiapan selesai, petugas memanggil warga penerima secara bergiliran. Satu per satu warga yang dipanggil mengambil bagiannya kemudian meninggalkan lokasi. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 17.00.

Sambil menunggu antrean, salah seorang warga dari Dusun Pancer, Puput Handini, berbicara kepada Sedulur. Senyumnya mengembang meskipun terlihat lelah. Cuaca yang panas membuat wajahnya mulai berkeringat.

"Alhamdulillah, meski harus mengantre saya bersyukur mendapatkan bantuan ini,” kata Puput sambil menyeka keringatnya. (bay)