Sedulur, Pesanggaran - Seorang warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Sudarto alias Kancil, 50 tahun, tewas di dalam lubang tambang emas ilegal di kawasan Bukit Genderuwo. Bukit Genderuwo berada di Petak 74M, wilayah RPH Pulau Merah, BKPH Sukomade, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Secara administratif, lokasi tersebut berada di wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Tragedi tersebut terjadi ketika sebuah lubang tambang emas ilegal di Bukit Genderuwo longsor pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang, termasuk Kancil, terperosok ke dalam lubang. Kepala Desa Sumbermulyo Suhardi mengatakan, tiga orang di antaranya berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi oleh warga. Sudarto yang berada paling depan tertinggal di dalam lubang tambang. "Ketiga penambang yang selamat diketahui berada pada posisi yang tidak terlalu dalam, sekitar 10 meter dari permukaan. Kondisi tersebut memungkinkan mereka untuk segera dievakuasi dari lokasi," ujarnya. Meski berhasil keluar dari dalam lubang tambang, ketiganya disebut mengalami trauma akibat insiden tersebut. Para penambang tersebut terungkap berasal dari sejumlah wilayah di Banyuwangi, yaitu Kecamatan Srono, Gambiran, dan Pesanggaran. Setelah itu, proses penyelamatan Sudarto tetap berlanjut. Untuk operasi ini, sebuah tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, serta masyarakat sekitar terbentuk. “Medan lokasi tambang yang berada di kawasan perbukitan menjadi salah satu kendala dalam proses evakuasi. Kondisi lubang tambang yang mengalami longsor juga membuat petugas harus bekerja dengan penuh kehati-hatian," ujar Suhardi. Proses evakuasi berlangsung hingga malam. Tim gabungan sempat memutuskan untuk melanjutkan pencarian esok hari karena kelelahan dan waktu yang kian larut. Namun, pihak keluarga Sudarto meminta agar evakuasi dapat dituntaskan malam itu juga. Tim gabungan terus berjibaku hingga berjam-jam. Sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu dini hari, jasad Sudarto akhirnya berhasil dikeluarkan. Jasad korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, Kapolsek Pesanggaran AKP Agus Hari Widodo mengatakan, longsor tersebut terjadi karena kayu penyangga lubang sudah lapuk. Lubang tambang tersebut sudah lama tidak digunakan. Polisi kini menangani kasus tersebut karena aktivitas penambangan berlangsung di kawasan tambang emas ilegal. Polisi juga memeriksa tiga penambang yang selamat, yaitu Rendi Cahyono, Heru Wahyudi, dan Budiono. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kronologi insiden yang merenggut nyawa Sudarto dan aktivitas penambangan ilegal. (gil)Baca Lainnya :
