Minggu, 9 Agustus 2020

Agar Jaranan Tidak Tergilas Zaman

: :

Model Pembelajaran Guling, Pilihan di Tengah Pandemi

Model pembelajaran di sekolah berubah drastis sejak pandemi Covid-19 melanda. Pemerintah melarang semua sekolah dari jenjang TK sampai perguruan tinggi mengadakan model pembelajaran tatap muka di kelas.

Pawon Bu Atim, Penuhi Selera Masakan Rumahan

Sebagai daerah wisata, Desa Sumberagung juga menawarkan ragam kuliner yang lezat. Salah satu tempat makan di Sumberagung yang menawarkan selera masakan rumahan adalah Pawon Bu Atim.

Potensi Wisata Baru di Kandangan: Puncak Surga

Pemerintah Desa Kandangan terus berupaya mengembangkan potensi wisata di wilayahnya. Yang terbaru adalah wisata alam Puncak Surga yang terletak di Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Teriknya matahari di siang hari tak menyurutkan semangat para seniman Jaranan untuk berlatih. Nampaknya kecintaan para pelaku seni tradisional tersebut kian mendarah daging.

Liyak-liyuk tubuh mereka menggambarkan kebanggaannya terhadap seni turun temurun dari nenek moyang tersebut. Hingga tetesan peluhnya tidak mengganggu kekompakan mereka untuk tetap mengiringi musik Gamelan Jawa yang nyaring dan merdu itu.

Zaman terus berganti, kian modern. Sudah jamak kita saksikan sejumlah tradisi menghilang di lingkungan aslinya tersebab perubahan zaman. Namun, di Banyuwangi, khususnya Banyuwangi Selatan, seni Jaranan tradisional masih digemari, bahkan oleh anak-anak. Penghargaan atas situasi menggembirakan ini antara lain bisa disematkan pada penggiat seni tradisional ini yang ada di Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran.

ā€œDi Desa Kandangan ini sangat banyak penggiat seni jaranan tradisional. Mayoritas penduduknya adalah penari jaranan,ā€ kata Suwarso, Kepala SMP PGRI 3 Kandangan. Yang ia maksud dengan mayoritas adalah mulai anak kecil, remaja, hingga orang dewasa ikut berperan.

Pasangan Harianto dan Setyaningsih bisa disebut yang memiliki peran besar. Sang suami memiliki grup jaranan dan membuat sendiri alat musik pengiringnya, sementara sang istri yang merancang dan membuat kostum yang dipakai pemain mereka. Selain grup yang dimiliki Harianto, ada satu lagi grup jaranan di Desa Kandangan. Di grup jaranan milik Harianto, yang menjadi anggota tak hanya warga Desa Kandangan tetapi juga warga Desa Sumberagung dan desa tetangga lainnya.

Pendiri Setyo Budoyo, Haryanto.

Harianto, 69 tahun, mulai mendirikan grupnya pada 1975. Awalnya berupa kelompok seni Campur Sari sampai 1981, yang kemudian vakum selama tujuh tahun lalu berganti menjadi kesenian Janger pada 1988, hingga tahun 2002. Setelah itu, kelompok ini berganti menjadi kesenian Jaranan Tradisional ini hingga sekarang, dengan nama Jaranan Setyo Budoyo.

Kecintaan Harianto-Setyaningsih pada budaya tradisional tak bisa dilepaskan dari latar belakang mereka yang berasal dari keluarga penggiat seni tradisional. Agar kecintaan yang sama terhadap seni tradisi ini tidak berhenti, keduanya tak kenal lelah mengenalkan dan mengajarkan seni tradisional kepada anak-anak, remaja, dan warga dewasa. Selain belajar menari, di tempat Harianto, para anggota ini juga berlatih memainkan alat musik tradisional. Saat ini, anggota yang paling muda masih duduk di kelas 2 SD.

Dengan masih banyaknya generasi muda yang antusias dengan seni jaranan, kita bisa berharap bahwa seni tradisional ini tidak tergilas zaman. (tiw)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Model Pembelajaran Guling, Pilihan di Tengah Pandemi

Model pembelajaran di sekolah berubah drastis sejak pandemi Covid-19 melanda. Pemerintah melarang semua sekolah dari jenjang TK sampai perguruan tinggi mengadakan model pembelajaran tatap muka di kelas.

Pawon Bu Atim, Penuhi Selera Masakan Rumahan

Sebagai daerah wisata, Desa Sumberagung juga menawarkan ragam kuliner yang lezat. Salah satu tempat makan di Sumberagung yang menawarkan selera masakan rumahan adalah Pawon Bu Atim.

Potensi Wisata Baru di Kandangan: Puncak Surga

Pemerintah Desa Kandangan terus berupaya mengembangkan potensi wisata di wilayahnya. Yang terbaru adalah wisata alam Puncak Surga yang terletak di Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Ganti Profesi, Pantang Menyerah Gegara Wabah

Ganti profesi atau pekerjaan itu adalah sesuatu yang lumrah. Namun, tidak semua orang bisa melakukannya dengan mudah karena berbagai alasan.

Menjadi Ibu untuk Anak-anak dan Lingkungan

Hidup bahagia selamanya merupakan harapan kedua mempelai saat melaksanakan pernikahan. Menjadi ibu dan ayah untuk anak-anaknya. Tidak ada yang mengharapkan perselisihan selama menjalani kehidupan berumah tangga, apalagi sampai berakhir perceraian.

Baca Juga: