Selasa, 18 Jun 2024
MENU
Waisak 2024

Dipasung dan Dikurung, Pria Ini Kini di Bawah Pengawasan Pemerintah Desa Sumbermulyo

Kepala Desa Sumbermulyo Suhardi (kiri) saat menjenguk Teguh di rumahnya.

Sedulur, Pesanggaran - Sebuah keluarga di Dusun Tembakur, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi terpaksa memasung dan mengurung anaknya, Teguh Wiyono, 35 tahun.

Pembelengguan ini dilakukan lantaran Teguh sering keluyuran dan mengamuk tidak karuan.

Sebelum dipasung, Teguh sudah pernah dirawat di Poli Jiwa Puskesmas Licin, tetapi sempat kabur dan kembali ke rumahnya. 

Ia mengalami gangguan jiwa karena depresi akibat sering mengkonsumsi minuman keras (miras). Teguh Wiyono juga pernah mendapatkan perawatan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang Malang.


Baca Lainnya :

Pihak keluarga khawatir perilakunya yang temperamental bisa membahayakan orang lain. Oleh karena itu, mereka terpaksa merantai dan mengurung Teguh di dalam rumah. 

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Sumbermulyo Suhardi mengaku prihatin. "Sudah lama dia dirantai dan dikurung di dalam rumah," kata Suhardi, Minggu, 9 Juni 2024.

Meskipun demikian, menurut keterangannya, kondisi tubuh Teguh sehat dan tidak sakit-sakitan. Ketika diajak berkomunikasi, dia bisa merespon dengan baik, tidak melantur. Hanya saja, pemuda tersebut sering marah tidak jelas.

Menurut perkiraan Suhardi, emosi Teguh terjadi akibat sering berselisih paham dengan temannya. “Seperti ada dendam pribadi yang dipendamnya, dipikir terus, dan akhirnya depresi," katanya.

Dalam hal ini, Pemerintah Desa Sumbermulyo tidak tinggal diam. Sebagai upaya penyembuhannya, mereka bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk memeriksa kondisi kesehatannya secara rutin.

"Kami juga akan melakukan pendekatan kepada pihak keluarga agar nantinya Teguh Wiyono ini dapat dirawat di rumah sakit hingga kondisinya membaik," ujarnya. (bay)