Senin, 30 Maret 2020

Gula Semut yang Imut

: :

Pemuda Pancer Bersih-bersih Lingkungan

Puluhan pemuda Pancer, Sumberagung, Pesanggaran melakukan kerja bakti bersih-bersih rumput di lapangan Pancer, Sabtu (8/2).

Pelatihan Tanggap Bencana di Kandangan

Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Pesanggaran menggelar pelatihan kesiapsiagaan tanggap bencana untuk warga Desa Kandangan, Kamis (6/2).

BSI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Bondowoso

Bantuan untuk korban banjir bandang di Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso terus berdatangan dari berbagai instansi (pemerintah maupun swasta) dan kelompok masyarakat.

Kandangan – Ada gula ada semut, semua orang kenal ungkapan ini. Tapi, tahukah Anda tentang gula semut? Produk dengan nama yang lucu ini memang belum terlalu populer. Gula semut adalah gula aren atau gula merah yang diolah menjadi gula bubuk. Inovasi ini dibuat oleh Kelompok Primatani dari Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, untuk meningkatkan nilai ekonomi gula merah. Dalam bentuk cetakan, 1 kg gula merah dihargai Rp 11.000, dalam bentuk bubuk harganya menjadi Rp 30.000/kg.

Perajin gula di Desa Kandangan mulai membuat gula semut pada tahun 2018. Gagasannya didapat dari Dadang Kurniawan. Pada awalnya, Kelompok Primatani hanya bisa menghasilkan 50 kg dalam satu bulan. Saat ini, mereka bisa memproduksi sebanyak 100 kg dalam jangka waktu yang sama. Peminat gula semut bisa mendapatkan produk ini di UKM Center di Sumbermulyo, Pesanggaran.

Proses pembuatannya saat ini masih manual. Gula aren dalam bentuk cetakan diiris tipis-tipis, kemudian dilelehkan, lalu dijemur di bawah terik sinar matahari. Setelah penjemuran, gula akan mengkristal membentuk butiran-butiran kecil seperti gula pasir. Biasanya, warga menjemur gula di bawah terik matahari. Agar aman dan tetap bersih, mereka biasanya menaruhnya di atas ketinggian minimal 3 meter agar terhindar dari debu dan kotoran.

Baca juga: Warga Kandangan Masih Giat Membuat Gula Merah

Sebenarnya, Kelompok Primatani sudah memiliki alat untuk membuatnya. Mesin ini disumbang oleh Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) setahun yang lalu. Tapi, alat ini belum bisa dipakai. “Daya listrik di rumah saya masih belum cukup untuk menyalakan alat,” kata Dadang Kurniawan, perajin gula Desa Kandangan.

Melihat minat pasar yang terus meningkat, Dadang bertekad meningkatkan produktivitas. Saat ini, ia dan kawan-kawannya sedang mengupayakan peningkatan kapasitas daya listriknya agar mesin bisa beroperasi.

Menurut Dadang yang juga anggota Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID), gula semut banyak sekali manfaatnya, baik untuk kesehatan maupun sebagai pelengkap kuliner. Minuman yang dibuat dengan gula jenis ini terasa lebih segar dan nikmat dibandingkan dengan yang dibuat dengan gula biasa. Kopi pun akan terasa lebih sedap. Tertarik mencoba? (tiw)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Pemuda Pancer Bersih-bersih Lingkungan

Puluhan pemuda Pancer, Sumberagung, Pesanggaran melakukan kerja bakti bersih-bersih rumput di lapangan Pancer, Sabtu (8/2).

Pelatihan Tanggap Bencana di Kandangan

Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Pesanggaran menggelar pelatihan kesiapsiagaan tanggap bencana untuk warga Desa Kandangan, Kamis (6/2).

BSI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Bondowoso

Bantuan untuk korban banjir bandang di Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso terus berdatangan dari berbagai instansi (pemerintah maupun swasta) dan kelompok masyarakat.

Program Perbaikan untuk Jalan Desa

Beberapa ruas jalan desa/kampung di wilayah Pesanggaran kini nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Jalan-jalan tersebut kini terlihat lebih rapi dan nyaman dilalui.

Era Edmodo Telah Datang di Kandangan

Majunya teknologi sekarang ini membuat masyarakat memasuki era digital. Sejumlah pekerjaan yang dulunya harus dikerjakan secara manual, sekarang bisa dikerjakan melalui media digital, termasuk dalam lingkup pendidikan.

Baca Juga: