Selasa, 28 Januari 2020

Warga Kandangan Masih Giat Membuat Gula Merah

: :

Program Perbaikan untuk Jalan Desa

Beberapa ruas jalan desa/kampung di wilayah Pesanggaran kini nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Jalan-jalan tersebut kini terlihat lebih rapi dan nyaman dilalui.

Era Edmodo Telah Datang di Kandangan

Majunya teknologi sekarang ini membuat masyarakat memasuki era digital. Sejumlah pekerjaan yang dulunya harus dikerjakan secara manual, sekarang bisa dikerjakan melalui media digital, termasuk dalam lingkup pendidikan.

Asa Si Pesepak Bola Muda

Perasaan bahagia masih menggelayuti Gesang Hidayatullah setelah memenangi tiket AIA 100 Talents Go to Phuket. Di Thailand, Gesang digembleng oleh tim Global Development Coach Tottenham Hotspur selama seminggu tentang sepak bola.

Kandangan – Warga Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran masih banyak yang memproduksi gula merah. Masyarakat Kandangan menyebutnya gula kelapa karena mereka membuatnya dari nira bunga kelapa.

Menurut Supeno (50), warga Dusun Sumberbopong, Desa Kandangan, saat ini tak kurang dari 20 industri rumahan yang memproduksi gula merah di Desa Kandangan. Salah satunya adalah ia sendiri, yang sudah 20 tahun lebih menggeluti usaha itu. Banyak temannya yang sudah menggeluti usaha gula merah lebih lama darinya.

Jika produksi lancar, bapak empat anak itu mengaku dapat memperoleh uang setiap hari.

“Kita bisa produksi setiap hari dan menjualnya untuk mendapatkan uang,” terang Supeno.

Gula merah buatan warga Desa Kandangan dijual kepada pengepul dengan harga mencapai Rp10.500 per kilogram.

“Tergantung kualitas gulanya, mas,” kata Supeno.

Karena produksi gula merah di Desa Kandangan adalah industri rumahan, tidak banyak gula yang dapat dihasilkan setiap harinya. Rata-rata dalam sehari tiap orang hanya mampu memproduksi 15 kilogram saja.

Kualitas gula, masih menurut Supeno, sangat bergantung pada cuaca. Saat cuaca bagus, dapat dihasilkan gula merah berkualitas A (baik). Sedangkan saat musim tidak menentu, yang dihasilkan sedikit menurun,  hanya kualitas B.

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Program Perbaikan untuk Jalan Desa

Beberapa ruas jalan desa/kampung di wilayah Pesanggaran kini nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Jalan-jalan tersebut kini terlihat lebih rapi dan nyaman dilalui.

Era Edmodo Telah Datang di Kandangan

Majunya teknologi sekarang ini membuat masyarakat memasuki era digital. Sejumlah pekerjaan yang dulunya harus dikerjakan secara manual, sekarang bisa dikerjakan melalui media digital, termasuk dalam lingkup pendidikan.

Asa Si Pesepak Bola Muda

Perasaan bahagia masih menggelayuti Gesang Hidayatullah setelah memenangi tiket AIA 100 Talents Go to Phuket. Di Thailand, Gesang digembleng oleh tim Global Development Coach Tottenham Hotspur selama seminggu tentang sepak bola.

Minhajussalikin dan Dakwah Islam di Pesanggaran

Membincang soal dakwah Islam di Pesanggaran tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh-tokoh seperti Kiai Khoirun dan KH. Fathul Mubin Amirullah. Kiai Khoirun adalah pendiri Masjid Jami’ Roudlotul Huda, sedangkan Kiai Mubin adalah pengasuh Pondok Pesantren (PP) Minhajussalikin.

Gula Semut yang Imut

Ada gula ada semut, semua orang kenal ungkapan ini. Tapi, tahukah Anda tentang gula semut? Produk dengan nama yang lucu ini memang belum terlalu populer.

Baca Juga: