Kamis, 16 Jul 2026
MENU

Harga Buah Naga Naik, Petani Gembira

Sedulur, Pesanggaran - Naiknya harga buah naga di Banyuwangi menjadi kabar menggembirakan bagi para petani. Harga buah naga di tingkat petani saat ini, Selasa, 14 Juli 2026, mencapai Rp12.000 per kilogram.

Sulastri, warga Kampung Baru, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi merasa kenaikan harga tersebut memberikan angin segar setelah sebelumnya harga komoditas unggulan tersebut sempat berada di level yang kurang menguntungkan.

Perempuan yang mengelola sekitar 350 pohon buah naga itu mengaku harga saat ini sangat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

"Alhamdulillah, sekarang harga buah naga sudah mencapai sekitar Rp12 ribu per kilogram. Harga seperti ini tentu membuat petani lebih semangat karena hasil penjualan bisa menutupi biaya perawatan kebun," ujar Sulastri senang saat ditemui di kebunnya.


Baca Lainnya :

Sulastri menduga kenaikan harga karena terbatasnya pasokan buah naga di pasaran. Menurutnya, sebagian besar tanaman buah naga di wilayah Banyuwangi saat ini masih pada fase berbunga sehingga buah yang siap dipanen belum banyak.

Hukum pasar berlaku. Ketika permintaan pasar lebih besar dibandingkan jumlah barang yang tersedia, harga pun naik. Meski demikian, Sulastri memperkirakan harga tersebut tidak akan bertahan terlalu lama. 

Saat panen raya yang akan tiba dalam beberapa pekan ke depan, produksi buah naga akan meningkat sehingga harga kemungkinan akan kembali turun.

"Tapi kami berharap penurunannya tidak terlalu jauh agar petani tetap mendapatkan keuntungan yang layak," katanya.

Sulastri menjelaskan bahwa budi daya buah naga membutuhkan biaya besar. Agar tanaman tetap produktif, petani harus rutin mengeluarkan biaya untuk pembelian pupuk, pemangkasan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, hingga biaya tenaga kerja.

Menurutnya, harga jual di atas Rp8.000 per kilogram sudah cukup menguntungkan petani. Apabila harga turun hingga sekitar Rp5.000 per kilogram, hasil penjualan hanya cukup untuk menutup biaya produksi, tegasnya.

"Karena itu kami berharap harga tetap stabil supaya petani bisa terus merawat kebunnya dengan baik," ungkapnya.

Banyuwangi selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi buah naga terbesar di Indonesia. Menurut data yang dirilis Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, luas lahan buah naga 3.786 hektare dengan produksi sebanyak 82.544 ton pada tahun 2022.

Momentum harga yang sedang membaik ini menjadi kesempatan bagi petani untuk memperbaiki kondisi ekonomi sekaligus menutup biaya perawatan tanaman yang selama beberapa bulan terakhir terus meningkat. (gil)