Jumat, 24 Mei 2024
MENU
Waisak 2024

Hobi Memelihara Ayam, Keuntungan pun Dikenyam

Mbah Romlie (65) sudah bertahun-tahun hobi memelihara ayam jenis Bangkok—atau lebih dikenal dengan BK saja—di rumahnya. Warga Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran ini menyulap pekarangan rumahnya yang tidak terlalu luas menjadi tempat ayam peliharaannya.

Kandang-kandang bambu berderet bersisian di bagian pinggir pekarangan. Terlihat rapi dan bersih. Sementara ayam-ayam berkeliaran sambil mengais dan mematuk apa saja yang ditemuinya. Sesekali temannya juga dipatuk. Sebagiannya, ada yang sekadar mengepakkan sayapnya atau hanya bergoler malas di atas tanah kering berpasir.

Hari itu, pekarangan Mbah Romlie tampak seperti sebuah taman bermain bagi komunitas ayam. Siapa sangka semua ini dikerjakan oleh seorang pria paruh baya ini. “Ini jadi kesibukan saya sekarang,” ujar Mbah Romlie kepada Sedulur yang sengaja berkunjung ke rumahnya.

Kepada Sedulur, Mbah Romlie mengaku tidak menyana hobinya memelihara ayam jenis BK ini bakal membantunya menghadapi dampak pandemi Covid-19. Sebagaimana kita ketahui, Covid-19 telah mengubah banyak hal. Di sektor perkonomian, misalnya, banyak pegawai yang di-PHK, banyak orang takut bekerja karena khawatir terjangkit virus ini. Singkatnya, Covid-19 telah melemahkan perekonomian masyarakat dunia.


Baca Lainnya :

Hobi pelihara ayam Mbah Romlie 1
Pekarangan Mbah Romlie dan sebagian ayam peliharaannya. (foto: gil)

Keadaan ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga tahun depan. Hal ini bergantung pada keberhasilan para ilmuwan dalam menemukan vaksin Covid-19. Padahal, ujicoba klinis terdepan vaksinnya baru akan memasuki tahap III.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Terdesak keadaan, Mbah Romlie pun mulai menjual ayam-ayamnya. Meskipun harganya lebih mahal dibanding ayam kampung biasa, nyatanya ayam BK Mbah Romlie banyak diminati pembeli.

“Saya merasa beruntung memiliki peliharaan ayam-ayam ini,” kata Mbah Romlie.

Mbah Romlie menjual ayam betinanya seharga Rp 45-55 ribu per kilogram. Sedangkan untuk ayam jantan bisa laku hingga Rp 350 ribu per ekornya.

Dengan harga ini, pensiunan pegawai negeri sipil ini bisa mengumpulkan keuntungan Rp 600-700 ribu per bulannya. “Ini sudah termasuk biaya pakan dan perawatan,” tuturnya.

Selama ini, Mbah Romlie hanya memberi makan ayamnya dengan jagung, dedak, dan sisa makanan. Kalau dikonversi ke rupiah, kebutuhan pakannya terbilang sangat murah—sekitar Rp 150 ribu dalam dua bulan.

“Ayam saya saat ini berjumlah sekitar 130-an ekor,” kata Mbah Romlie.

Di akhir perbincangan, Mbah Romlie tidak lupa berbagi tips kepada siapa saja yang punya hobi memelihara ayam. “Ayam merupakan jenis unggas yang sangat rentan terserang penyakit,” katanya. Untuk hal ini, dia mengingatkan para pemelihara ayam agar selalu menjaga kebersihan kandang.

“Selalu bersihkan kandang ayamnya menggunakan sabun. Kalau sudah kena aratan [wabah], susah mengobatinya. Lebih baik menjaga sebelum terjadi,” katanya. (gil)