Jumat, 24 Mei 2024
MENU
Waisak 2024

Lima Desa di Kecamatan Pesanggaran Menandatangani Kesepakatan Program Sosial dengan Perusahaan Tamba


Sedulur, Banyuwangi - Sebanyak lima desa di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur menandatangani nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pengelola Tujuh Bukit Operations, PT Bumi Suksesindo (BSI), Senin, 19 Desember 2022.

Kelima desa tersebut, yaitu Desa Sumberagung, Kandangan, Sarongan, Sumbermulyo, dan Pesanggaran. Kegiatan berlangsung di Ballroom Kokoon Hotel Banyuwangi.

Acara yang bertajuk "Kesepakatan Bersama antara PT Bumi Suksesindo dengan Pemerintah Lima Desa  Se-Kecamatan Pesanggaran Disaksikan Forkopimda Banyuwangi" ini dihadiri seratus lebih peserta. 

Baca juga: Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur Beri Penghargaan Perusahaan yang Serius Kelola Lingkungannya


Baca Lainnya :

Para peserta terdiri dari Manajemen PT BSI, perwakilan PT Merdeka Copper Gold Tbk (induk perusahaan PT BSI), para kepala desa berikut perangkatnya, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD). Penandatanganan juga disaksikan oleh Tim Terpadu Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Banyuwangi.

"Ini merupakan komitmen kami untuk memberi manfaat kepada masyarakat sekitar, baik melalui program pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat," kata Direktur PT BSI, Riyadi Effendi, dalam sambutannya.

Teddy, sapaan akrab Riyadi Effendi, berharap penandatanganan kesepakatan bersama ini mampu membangun hubungan yang semakin baik antara PT BSI dengan masyarakat desa. Dengan ini, program-program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dicetuskan oleh perusahaan akan lebih transparan dan terstruktur.

Baca juga: Tim Terpadu Banyuwangi Sosialisasi Investasi di Sumberagung

"Dan ini akan berkelanjutan, bukan hanya untuk tahun 2022 saja. Semoga terus berjalan lancar dan kerjasama berlanjut sepanjang umur Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT BSI," ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Senior Manager External Affairs PT BSI, Bambang Wijonarko, menambahkan bahwa kesepakatan bersama ini menitikberatkan pada keterbukaan program CSR atau PPM. 

"Jadi output-nya adalah CSR yang diberikan [oleh Perusahaan] kepada masyarakat atas sepengetahuan kepala desa. Semua program perusahaan bisa diketahui bersama, sehingga akan ada supervisi dan pendampingan," katanya.

Skema implementasi program PPM PT BSI ini tercetus saat Perusahaan melakukan sosialisasi di lima desa di Kecamatan Pesanggaran dengan didampingi oleh Tim Terpadu Forpimda Banyuwangi. 

Baca juga: Mine Tour, Pemerintahan Desa Sumberagung Melihat Kinerja Lingkungan Perusahaan

"Itu akan dilakukan secara formal dan struktural. Tujuan dari perusahan tak lain untuk berbagi dengan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa (Kades) Sumberagung, Vivin Agustin, mengaku lega karena aspirasi masyarakat di wilayahnya didengar oleh perusahaan. "Ketika terealisasi tentu akan sangat luar biasa, khususnya untuk pembangunan desa serta memenuhi harapan masyarakat," katanya.

Begitu juga dengan Kepala Desa Kandangan, Riyono, yang mengaku bahwa penandatanganan kesepakatan bersama ini sudah dinanti-nanti oleh para kepala desa di Kecamatan Pesanggaran. Hal yang menjadi perhatiannya adalah keterlibatan kepala desa pada saat PT BSI memberikan program kepada masyarakat, seperti perekrutan tenaga kerja, pembangunan infrastruktur, sampai pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Harapan saya, desa-desa yang ada di ring satu Pesanggaran bisa diprioritaskan," kata Riono. 

Baca juga: Disorot Ada Penyelewengan Bantuan Sosial, Begini Penjelasan Pendamping PKH Pesanggaran

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku mendukung pertumbuhan iklim investasi di wilayahnya. "Kami diminta oleh Bapak Presiden untuk mendukung investasi tumbuh,” katanya.

Di satu sisi, lanjut Ipuk, dia bersama jajaran Forkopimda Banyuwangi, juga harus mendengar aspirasi masyarakat. Dengan kata lain, Pemkab Banyuwangi, bersama Forkopimda berada di tengah, antara investor dan masyarakat. Karena itu, diharapkan mampu memberikan solusi demi tumbuh kembang iklim investasi.

"Baik solusi untuk permasalahan yang dialami investor maupun masyarakat," ucapnya. (bay)