Senin, 17 Jun 2024
MENU
Waisak 2024

Memanifestasikan Nilai Waisak ke dalam Laku Sehari-hari

Sedulur, Pesanggaran - Hari Raya Waisak adalah hari besar umat Buddha yang dirayakan setiap satu tahun sekali saat purnama bulan Waisak. Tahun ini, Waisak 2568 jatuh pada hari Kamis, 23 Mei 2024.

Peringatan Waisak tahun ini mengusung tema tentang "Memperkokoh Persatuan dalam Keberagaman". Peringatan Waisak adalah momentum untuk merajut kerukunan dengan sebuah sub tema peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 “Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis, dan Bahagia”.

Menurut Dayaka Sabha Vihara Dhamma Manggala Pesanggaran, Banyuwangi Anim Wardana, datangnya Tri Suci Waisak terdapat tiga peristiwa penting untuk diperingati, yakni kelahiran Bodhisattva (calon Buddha) Siddharta Gautama di Taman Lumbini pada tahun 623 SM, Petapa Gautama mencapai Penerangan Sempurna pada tahun 588 SM, dan wafatnya Buddha Gautama (Maha Parinibbana) di Kusinara.

Melalui Waisak, umat Buddha diingatkan untuk mengenang perjuangannya dalam menemukan dhamma kebenaran mulia, yang membawa umat manusia menuju kebahagiaan.


Baca Lainnya :

Keharmonisan merupakan pedoman hidup berdampingan dalam berbangsa serta untuk memperkokoh persatuan dan keberagaman.

"Untuk hidup bahagia sebagai makhluk dan manusia, marilah kita meningkatkan kesadaran yang diajarkan oleh Sang Buddha," ujar Anim Wardhana.

Kata Waisak berasal dari dua bahasa, yaitu Vaisakha (Sansekerta) dan Vesakha (Pali), berarti nama bulan dalam kalender Buddhis. Pada kalender Masehi, Waisak umumnya jatuh pada akhir April, Mei, atau awal Juni.

Menjelang Hari Raya Waisak, umat Buddha biasanya melakukan beberapa kegiatan, antara lain mengadakan kegiatan bersih vihara dan ziarah ke makam leluhur dan juga para pahlawan.

Pada detik-detik bulan purnama saat Waisak, umat Buddha akan melaksanakan puja bakti dan menggelar perlombaan serta pentas seni untuk  menyemarakkan hari istimewa tersebut.

Pencapaian penerangan sempurna merupakan salah satu peristiwa yang diperingati pada saat Hari Raya Waisak. Pencapaian Buddha ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi umat untuk senantiasa berbuat kebajikan.

Kisah hidup Buddha Gautama mengajarkan perlunya perjuangan. Umat Buddha yang menyambut Waisak dengan penuh kesadaran dan meneladani sifat-sifat luhur Buddha akan mampu memaknai arti Waisak yang sesungguhnya.

Penghormatan atau puja tertinggi pada Buddha adalah dengan melaksanakan dhamma dalam berbagai segi kehidupan, baik kehidupan sehari-hari, beragama, berbangsa, dan bernegara.

"Perayaan Waisak tidak hanya sekadar melaksanakan tradisi puja, tetapi lebih dari itu. Umat Buddha dapat meneladani tekad, semangat, pantang menyerah, dan sifat-sifat luhur Buddha serta senantiasa melaksanakan dhamma," jelasnya.

Tekad dan semangat Buddha Gautama ditunjukkan pada saat ia terlahir sebagai Petapa Sumedha di masa kehidupan Buddha Dipankara. Pada saat itu, ia bertekad menjadi Buddha di masa selanjutnya. Ketika waktunya tiba, Siddharta Gautama terlahir di bumi demi menyempurnakan parami.

Setelah penerangan sempurna terealisasikan, Buddha mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan dhamma dan membentuk sangha.

Menjelang wafat, ia berpesan.kepada para Bhikku, ”Oh, para Bhikkhu, segala sesuatu tidak kekal adanya, berjuanglah dengan kewaspadaan (Maha Parinibbana Sutta).” (bay).