Senin, 15 Agustus 2022

Mengenal Tradisi Punggahan Jelang Ramadan

: :

Marinir Lampon Ikuti Ujian Kenaikan Sabuk Karate

Dinas Pendidikan Korps Marinir (Dispen Kormar) melaksanakan ujian kenaikan tingkat atau sabuk karate di lapangan Markas Komando Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, Pesanggaran, Banyuwangi, Minggu, 31 Juli 2022.

Masyarakat Pesanggaran Isi Bulan Suro dengan Doa dan Tirakat

BULAN Suro adalah bulan yang sangat lekat dan sakral bagi umat Islam dan masyarakat Jawa. Dalam penanggalan Islam (hijriah), bulan Suro disebut dengan Muharam.

Warga Pesisir Lampon Gelar Petik Laut Bersama Marinir

Warga pesisir Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 7 Lampon melaksanakan kegiatan Petik Laut 1 Suro, Sabtu, 30 Juli 2022.

MENJELANG Ramadan, masyarakat yang ada di desa-desa, khususnya di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, mengisinya dengan berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan yang sudah berlangsung turun-temurun adalah tradisi punggahan.

Menurut Ustaz Lukman Wahyudin, punggahan berasal dari bahasa Jawa munggah yang artinya naik. Kata munggah itu ditujukan untuk menyambut masuknya bulan Ramadan. “Penyebutan ini bertujuan untuk memuliakan bulan Ramadan,” Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kecamatan Pesanggaran ini menjelaskan kepada sedulur.co, Sabtu, 10 April 2021.

Baca juga: Kena Gendam, Perhiasan Wanita Ini Raib

Masyarakat biasanya mengadakan punggahan dengan cara berbagi makanan kepada tetangga. Pelaksanaannya dua hari atau sehari menjelang Ramadan. Di tempat lain di Banyuwangi, ada juga yang sudah melaksanakan seminggu sebelum Ramadan.

tradisi punggahan 1
Ustaz Lukman Wahyudin saat mengisi acara masa orientasi pelajar di MI Miftahul Ulum Buluagung, Siliragung, Banyuwangi.

Tidak ada aturan khusus mengenai apa menu makanan yang diberikan. Yang penting, makanan tersebut sesuai dengan nilai kepantasan masyarakat setempat.

Meskipun secara tiap tahun mengadakan punggahan, alumni pondok pesantren Darussalam Blokagung, Tegalsari ini mengaku tidak tahu pasti mulai kapan tradisi tersebut ada. Belum ada buku maupun kitab yang mencatat peristiwa itu. Namun, dia menduga tradisi ini sudah ada semenjak Islam masuk ke Indonesia.

Lanjut ke halaman berikutnya…

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Marinir Lampon Ikuti Ujian Kenaikan Sabuk Karate

Dinas Pendidikan Korps Marinir (Dispen Kormar) melaksanakan ujian kenaikan tingkat atau sabuk karate di lapangan Markas Komando Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, Pesanggaran, Banyuwangi, Minggu, 31 Juli 2022.

Masyarakat Pesanggaran Isi Bulan Suro dengan Doa dan Tirakat

BULAN Suro adalah bulan yang sangat lekat dan sakral bagi umat Islam dan masyarakat Jawa. Dalam penanggalan Islam (hijriah), bulan Suro disebut dengan Muharam.

Warga Pesisir Lampon Gelar Petik Laut Bersama Marinir

Warga pesisir Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 7 Lampon melaksanakan kegiatan Petik Laut 1 Suro, Sabtu, 30 Juli 2022.

Santri Minhajussalikin Gelar Pawai Obor Mengingat Perjalanan dan Perjuangan Nabi

Yayasan Pondok Pesantren Minhajussalikin Kaligonggo, Ringinmulyo, Pesanggaran, Banyuwangi, memperingati malam Tahun Baru Islam 1 Muharam 1444 Hijriah dengan menggelar pawai obor, Jumat, 29 Juli 2022.

Kirab Tumpeng Hasil Bumi, Cara PSHT Ranting Siliragung Peringati Tahun Baru Islam

Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Siliragung menggelar acara kirab dan tasyakuran peringatan malam Tahun Baru Islam (1 Muharam), Jumat, 29 Juli 2022. Masyarakat Jawa lebih mengenalnya dengan malam siji (satu) Suro. 

Baca Juga: