Jumat, 24 Mei 2024
MENU
Waisak 2024

Merangsang Buah Naga dengan Lampu Listrik

SIAPA yang tidak menginginkan tanaman buah naga miliknya berbuah sepanjang tahun? Lazimnya, tanaman kaktus dari marga Hylocereus ini berbuah sekali dalam setahun. Namun, dengan bantuan lampu listrik, ia bisa berbuah di luar musim, sepanjang tahun.

Karena musim buah naga bersamaan, justru seringkali merugikan para petani. Stoknya melimpah saat musim panen sehingga harganya menjadi murah. 

Baca juga: Kecelakaan Laut, Siapkan Ini Sebelum Melaut

Sementara itu, buah ini juga bukan komoditi yang tahan lama. Ia harus segera dijual setelah dipanen atau akan membusuk dan tidak laku di pasaran.


Baca Lainnya :

buah naga lampu 2
Sugeng sedang memasang lampu di kebun buah naga miliknya.

Para petani telah melakukan berbagai eksperimen agar tanaman buah naga bisa berbuah di luar musim. Salah satu yang paling umum adalah dengan bantuan lampu listrik. Salah seorang yang telah mempraktekkannya adalah Sugeng Riyadi, 45 tahun, petani asal Silirbaru, Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi.

Menurut Sugeng, seperti umumnya kaktus, tanaman buah naga membutuhkan banyak sinar ultraviolet untuk membantu fotosintesis pada batangnya. Ia memerlukan sinar matahari selama 12 jam.

Lanjut ke halaman berikutnya...

“Rata-rata petani menyalakan lampu [di kebun buah naga] selama enam sampai delapan jam,” kata Sugeng kepada sedulur.co, Senin, 8 Maret 2021. 

Lelaki yang telah bertani buah naga selama lima tahun ini menjelaskan bahwa durasi tersebut tergantung berapa besar watt lampu dan juga jarak antara lampu satu dan lampu lainnya. Semakin kecil atau semakin jarang jarak lampu, waktu menyalakan lampu butuh lebih lama.

Baca juga: Empon-empon Berkhasiat Ala Mbah Hanifah

Tidak cukup dengan lampu, faktor lain yang penting adalah pemupukan. Pupuk saat pembuahan dengan teknik lampu butuh lebih banyak daripada dengan cara biasa. Penambahannya bisa mencapai separuhnya.

"Kalau tidak [cukup pupuknya] bisa mengakibatkan pelepah rusak, menjadi kering dan kempos-kempos," tuturnya sambil menunjukkan salah satu pelepah yang rusak.

Ada pun mengenai cara pemasangan lampu, Sugeng mengingatkan petani agar memperhatikan jarak lampu dari pohon buah naga. Penempatannya di sela-sela pohon.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Jarak antar lampu kurang lebih satu meter. Cara ini bertujuan agar sinar lampu merata ke setiap pelepah tanaman buah naga.

Sugeng sendiri menyalakan lampu di kebun buah naganya selama 15-20 hari--delapan jam setiap malamnya. Dia menghentikan kerutinan ini ketika bakal buah sudah mulai kelihatan. Menurutnya, hal ini untuk memberi waktu bakal buah bisa tumbuh dan berkembang.

Baca juga: Rumput Meniran yang Berkhasiat

Selang sepuluh hari, lampu bisa dinyalakan kembali untuk merangsang munculnya buah berikutnya. "Kalau lampu tetap dinyalakan [saat mulai berbuah], bakal buah ini akan kering dan jatuh," ujarnya. 

Banyak petani buah naga di Pesanggaran telah membuktikan keefektifan pembuahan dengan teknik lampu ini. Yang terpenting, mereka bisa panen saat harga tinggi.

Namun sayang, teknik lampu ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Sebagai pertimbangan, untuk instalasi lampu dengan luas lahan 2.500 meter persegi, bisa mencapai 35 sampai 40 juta rupiah. Tergantung jauh dan dekatnya jarak dengan jalur PLN. Itu belum menghitung kebutuhan pupuk yang meningkat.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Untuk menerapkan teknik lampu ini, memerlukan lampu khusus untuk buah naga. Menurut Sugeng, lampu ini banyak dijual di toko-toko peralatan listrik.

Baca juga: Membuat Pupuk Organik untuk Perangsang Bunga dan Buah

Pada bulan ini, petani yang ada di Silirbaru mulai menyalakan lampu di kebun buah naga miliknya. Nyala lampu di kebun tersebut menjadi pemandangan yang indah di malam hari.

"Agar panennya nanti berdekatan dengan hari raya Idul Fitri," kata Imam, warga Desa Pesanggaran yang mempunyai lahan berdekatan dengan tanaman buah naga milik Sugeng Riyadi. (ala)