Selasa, 18 Jun 2024
MENU
Waisak 2024

Pemuda Kandangan Produksi Pupuk Organik

Kepala Desa Kandangan Riyono, S.H. (baju putih paling kiri) melihat secara langsung pembuatan pupuk organik di Dusun Sumberbopong, Desa Kandangan, Minggu, 3 Juli 2022.


Sedulur, Kandangan - Sekelompok pemuda di Dusun Sumberbopong, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi memproduksi pupuk organik untuk pertanian, seperti padi dan buah naga. Kelompok pemuda tersebut diketuai oleh Mohammad Arifin.   

Saat ini, Arifin sudah memasarkan produknya tersebut. Dalam prosesnya, pupuk organik buatannya sudah melalui uji coba terhadap tanaman padi dan buah naga pada lahan seluas 1 hektare. 

"Proses percobaannya sekitar tiga bulan lamanya. Ternyata, tumbuhan yang kami berikan pupuk ini sangatlah subur," tuturnya.


Baca Lainnya :

Baca juga: Mencicipi Rujak Soto di Muara Mbaduk

Berdasarkan hasil uji coba tersebut, Arifin pun berani menjual pupuk buatannya. Dia bersyukur karena pupuknya laku keras, bahkan sampai ada beberapa kali permintaan pesanan dari Bali. 

"Kami patok harganya 15 ribu rupiah saja per saknya. Tidak mahal tetapi kualitas bersaing," ujarnya bangga. 

Meskipun sudah berproduksi, Arifin menuturkan bahwasanya masih beberapa kendala yang dihadapi oleh kelompoknya, yakni bahan pokok, tempat pengolahan, dan biaya produksi. Tempat yang memadai sangat memengaruhi keberhasilan pembuatan pupuk.  

Dia pun berharap ada sumbangsih dari pihak-pihak terkait untuk memfasilitasi pengembangan produk pupuk organiknya. "Biaya untuk pembelian tetes tebu serta komponen bahan yang lainya yang sangat sulit karena minim biaya," ujarnya.

Baca juga: Limbah Kayu Jadi Lahan Karya

Menanggapi keberadaan warganya yang memproduksi pupuk organik, Kepala Desa Kandangan Riyono, S.H. mengunjungi tempat pembuatan pupuk organik milik Arifin dan kelompoknya, Minggu, 3 Juli 2022.

Menurutnya, ide kreatif ini bisa dikembangkan untuk menunjang sektor perekonomian di wilayah Desa Kandangan. Aktivitas ini juga bisa menjadi percontohan bagi pemuda di wilayah Kecamatan Pesanggaran. "Ini patut diapresiasi dan didukung penuh," katanya. 

Produk lokal para pemuda ini, masih menurut Riyono, bisa dijadikan alternatif untuk pengganti pupuk kimia. Karena terbuat dari bahan organik, pupuk ini sangat baik untuk tanaman. 

Baca juga: Batik Kinnara-Kinnari, Buah Karya Warga Sumberagung

Saat mengunjungi tempat tersebut, Riyono juga membawakan alat ukur pH tanah untuk melihat kualitas pupuk buatan lokal Arifin dan kawan-kawannya. Riyono mengaku kaget karena produk tersebut tidak kalah dengan produk yang berada di pasaran. 

Melihat hal tersebut, Kepala Desa Kandangan mengaku senang apabila para pemuda tersebut mau mengembangkannya. "Pemerintah Desa Kandangan mendukung penuh kegiatan pemuda ini. Kita akan bantu promosikan kepada seluruh masyarakat bahwa ada pupuk kualitas bagus buatan pemuda Kandangan," tuturnya. (gil)