Selasa, 23 Jul 2024
MENU
Waisak 2024

Rapid Test Pegawai Kecamatan Pesanggaran non-Reaktif

Sedulur, Pesanggaran - Pemerintah Kecamatan Pesanggaran memerintahkan rapid test kepada pegawainya di Puskesmas Sumberagung, Selasa, 24 November 2020. Jumlah pegawai yang dites sebanyak 21 orang.

Menurut Camat Pesanggaran, Sugiyo Dermawan, tes cepat deteksi antibodi ini dilakukan mengingat jumlah positif Covid-19 di Banyuwangi masih terus bertambah. Selain itu, beberapa staf kecamatan lain dinyatakan positif. “Ini sebagai antisipasi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” katanya.

Baca juga: Warga Rajegwesi Ikuti Simulasi Tanggap Bencana

Pukul sembilan pagi, para pegawai kecamatan mulai berdatangan ke puskesmas. Kemudian, petugas puskesmas mencocok ujung jari mereka untuk mengambil sampel darah satu per satu. Camat, Sekcam, para staf, dan para pegawai, semua diambil sampel darahnya untuk diperiksa.


Baca Lainnya :

rapid test pesanggaran 1
Kepala Puskesmas Sumberagung, Sugiyanto, S.Kes., Ns.

Kecamatan Pesanggaran baru kali ini mengadakan rapid test massal untuk seluruh pegawainya. Beberapa pegawai terlihat tegang saat menunggu hasil tes diumumkan. "Ini baru pertama kali dites," kata salah seorang staf.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pesanggaran, Sugiyanto, mengingatkan bahwa meskipun hasil rapid test menunjukkan non reaktif, belum bisa dinyatakan seseorang pasti negatif Covid-19. Untuk mengetahui seseorang positif terpapar Covid diagnosisnya harus melalui pemeriksaan PCR atau swab. “Hasil pemeriksaan 21 pegawai [kecamatan] non-reaktif," kata Sugiyanto.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Ia menambahkan, rapid test tujuannya untuk mendeteksi apakah dalam darah seseorang sudah terbentuk antibodi Covid atau belum. Antibodi yang diperiksa ada dua, yaitu IgM (Immunoglobulin M) atau antibodi M dan IgG (Immunoglobulin G) atau antibodi G.

Hasil rapid test reaktif ada dua kemungkinan. Pertama, apabila hasil tes menunjukkan reaktif IgM, artinya ada kemungkinan seseorang terpapar Covid sebelum 14 hari. "Dan ini dimungkinkan menular," katanya.

Baca juga: Relawan Demokrasi Sosialisasikan Pilkada kepada Penyandang Disabilitas

Kedua, apabila hasil tes menunjukkan reaktif IgG, artinya ada kemungkinan seseorang terpapar Covid lebih dari 14 hari. Ada kemungkinan hasil tes seseorang menunjukkan reaktif keduanya.

Antibodi seseorang bisa bertahan lama di dalam tubuh, bahkan hingga tiga bulan. Apabila ada gejala-gejala, seperti panas, batuk, pilek, atau tidak bisa merasakan manis, kemungkinan Covid di dalam tubuh masih aktif. Yang seperti ini harus dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan swab.

Sugiyanto mengingatkan bahwa rapid test masih banyak kelemahan, keakuratannya masih rendah. "Siapa pun harus tetap menaati protokol kesehatan," katanya. (bay)