Jumat, 24 Mei 2024
MENU
Waisak 2024

Tadarus Keliling Santri TPQ Miftahul Huda Silirbaru

RAMADAN tahun ini, Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Miftahul Huda, Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi mengadakan lagi kegiatan tadarus keliling (Darling). TPQ ini diasuh oleh Siti Badriyah, Istiqomah, dan Arofatul Khusnah.

Waktu menunjukkan pukul 16.00 ketika puluhan santri mulai mendatangi rumah Agung di wilayah Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung. Tidak berapa lama, anak-anak belia ini lalu mengumandangkan selawat dan asmaul husna bersama-sama. Selesai itu, mulai terdengar bacaan ayat-ayat Al-Qur'an dari anak-anak tersebut. 

Baca juga: Pondok Ramadan SMP PGRI 3 Pesanggaran 

Tadarus keliling TPQ Miftahul Huda ini sudah berlangsung bertahun-tahun setiap bulan Ramadan. Untuk pelaksanaan tahun ini, pihak lembaga telah bermusyawarah dengan wali santri untuk menyepakatinya.


Baca Lainnya :

Santri TPQ Miftahul Huda Silirbaru, Sumberagung, Pesanggaran berbuka puasa setelah tadarus Al-Qur'an, Sabtu, 24 April 2021.

"Ini kegiatan yang kedua untuk Ramadan tahun ini dan menempati rumah santri kita Agung Dinan Syahbana," kata Ustazah Siti Badriyah kepada sedulur.co, Sabtu, 24 April 2021.

Menurut Ustazah, tadarus keliling berlangsung setiap tiga hari sekali. Giliran pertama menempati rumah Rizki Dwi Kurniawan pada 21 April. Kegiatan ini melibatkan tiga kelas santri. Para santri ini ada yang masih duduk di bangku SD dan ada pula yang sudah SMP.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Jumlah keseluruhan peserta sebanyak 50 santri. Mereka mengikuti tadarus keliling ini sesuai dengan jadwal yang telah dibuat oleh lembaga. Dalam setiap pelaksanaannya, para ustazah akan selalu mendampingi mereka. 

"Sebenarnya ada tujuh kelas santri. Karena pandemi, kita lakukan pembatasan. Cukup tiga kelas yang melaksanakannya. Selebihnya tetap melakukan kegiatan belajar di TPQ," kata Badriyah.

Baca juga: Nongkrong di Cafe Edukasi SMP PGRI 3 Pesanggaran

Banyaknya santri yang ikut dalam darling ini membuat suasana menjadi semarak sore itu. Ganti-berganti mereka membaca Al-Qur'an seakan tidak merasakan haus maupun lelah.

Tidak terasa waktu Magrib pun tiba. Takjil untuk membatalkan puasa segera mereka santap. Setelah itu, mereka pun segera mempersiapkan diri untuk melaksanakan salat Magrib berjamaah sebelum melakukan buka puasa bersama.

"Ayo yang batal segera berwudu. Kita salat berjamaah dulu baru berbuka puasa bersama," seru salah seorang ustazah kepada para santrinya.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Seperti sudah paham, mereka pun bergegas mengambil air wudu dan masuk lagi ke dalam rumah lalu membentuk barisan salat (saf). Sukardi, salah seorang Pengurus TPQ Miftahul Huda memimpin jalannya salat magrib berjamaah. Beberapa saat kemudian setelah menutupnya dengan doa, dia pun mengajak para santri berbuka bersama.

Setelahnya, mereka berpamitan kepada para ustazah dan tuan rumah. "Yang sudah ada yang menjemput bisa pulang lebih dahulu dan yang belum bisa menunggu," kata Siti Badriyah. (bay)