Selasa, 18 Jun 2024
MENU
Waisak 2024

Warga Rejoagung Gotong Royong Bangun Pos Kamling

Sedulur, Sumberagung - Warga Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran bergotong royong membangun pos kamling dan gubuk tani di lingkungannya, Selasa, 20 Oktober 2020. Pos kamling tersebut dibangun di lingkungan RT 06, RW 07 yang terdiri dari 150 kepala keluarga.

Ketua RT setempat, Siti Khoiriyah, 42 tahun, menjelaskan bahwa dana yang digunakan untuk membangun pos kamling tersebut adalah hasil swadaya masyarakat. “Berkat partisipasi mereka pos kamling ini bisa berdiri sekaligus menjadi gambaran warga bisa hidup berdampingan secara damai,” katanya.

Baca juga: Sumberagung Kebut RKB Desa 2020

Pembangunan pos ini membutuhkan waktu beberapa hari yang dimulai sejak minggu lalu. Siti berharap keberadaan pos kamling bisa menambah rasa aman warga. Selanjutnya, dia akan menyusun daftar jaga pos setiap harinya.


Baca Lainnya :

warga rejoagung bangun 1
Warga Rejoagung menyelesaikan pembangunan gubuk tani.

Sementara itu, Supriono, S.E., 50 tahun, salah seorang tokoh masyarakat setempat, menyepakati apa yang dikatakan Ketua RT. Selain untuk pos penjagaan, warga juga dapat memanfaatkannya sebagai tempat berkumpul dan berembuk mengenai berbagai hal yang bisa berguna bagi mereka sendiri dan lingkungan.

Selain pos kamling, warga juga baru saja membangun sebuah gubuk tani di area persawahan Dusun Rejoagung. Gubuk ini juga dibangun secara swadaya oleh warga. Berdasar pengakuan Mas Yon, panggilan akrab Supriono, untuk membangun gubuk tani ini, dana yang dikeluarkan mencapai Rp25 juta.

Lanjut ke halaman berikutnya…

“Yang jelas, baik gubuk tani maupun pos kamling dibangun untuk tujuan yang baik, bukan sebagai tempat tidur kalau terjadi perselisihan dengan istri,” seloroh Mas Yon diikuti gelak tawa teman-temanya.

Warga Rejoagung, lanjut Mas Yon, bahu-membahu menyelesaikan kedua bangunan tersebut. Setiap orang bekerja sesuai dengan kemampuannya. Mereka yang menguasai pertukangan bekerja sesuai keahliannya. Warga lainnya menyempatkan waktunya untuk menjadi asisten tukang. Sedangkan yang tidak bisa datang ke lokasi membantu dalam bentuk uang, material bangunan, atau makanan.

Baca juga: Demam Gowes di Pesanggaran dan Siliragung

Sementara itu, Kepala Dusun Rejoagung, Suroto, mengaku sangat terbantu dengan inisiatif warganya. “Ini patut dicontoh, sehingga sumber pendapatan desa bisa diperuntukkan untuk biaya pembangunan yang lebih besar,” ujarnya. (bay)