Selasa, 18 Jun 2024
MENU
Waisak 2024

Warga Silirbaru Mengecor Jalan di Lingkungannya

Sedulur, Sumberagung – Warga Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran bergotong royong mengecor jalan kampungnya sepanjang 100 meter, Jumat, 30 Oktober 2020. Istimewanya, proyek ini dikerjakan secara swadaya oleh warga.

Menurut Paeno, 62 tahun, warga sudah sering mengusulkan pembangunan jalan ini ke dalam rencana program pembangunan. Namun, tidak pernah masuk dalam skala prioritas perencanaan pembangunan di desa, sehingga ia mengajak warga masyarakat untuk berswadaya.

Baca juga: Warga Bangun Jembatan Darurat di Sungailembu

“Kita ingin kondisi jalan di lingkungan baik, sehingga kita beswadaya,” kata lelaki yang biasa dipanggil Pak Kentung itu sambil melihat-lihat hasil pengecoran.


Baca Lainnya :

warga mengecor jalan 1
Paeno menunjukkan hasil kerja warga Silirbaru.

Kegiatan pembangunan yang berlokasi di lingkungan RT 05, RW 01, Dusun Silirbaru ini telah dimulai sehari sebelumnya. Warga membantu pengerjaannya secara bergiliran.

Paeno menambahkan, selain jalan tersebut, beberapa pembangunan dengan swadaya sudah banyak yang dikerjakan di lingkungannya, antara lain pembangunan penahan badan jalan, plengsengan, pos kamling, jembatan, pengurukan jalan, dan pembangunan fisik yang lain. “Semua itu kita lakukan bersama-sama masyarakat di lingkungan kita ini,” ungkapnya.

Lanjut ke halaman berikutnya...

Sebelum memulainya, Paeno terlebih dahulu menyiapkan material pasir sebanyak lima truk, satu truk batu koral, 20 sak semen, dan sebuah mesin pengaduk semen yang disewa dari jamaah masjid di wilayah Desa Pesanggaran.

Selanjutnya, ia meminta kepada warga di lingkungan untuk bergotong-royong dalam pengerjaannya. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul delapan pagi hingga tengah hari. Setelah beristirahat, pekerjaan dilanjutkan kembali pada pukul dua hingga sore hari.

Baca juga: Memperingati Maulid Nabi, Warga Kandangan Gelar Kirab

Supriyadi, salah seorang warga, menuturkan bahwa jalan yang mereka bangun ini untuk kepentingan bersama dan dilakukan dengan swadaya. Jadi, dengan bergotong royong atau ngayah [bahasa setempat], pekerjaan akan menjadi ringan. “Tidak ada yang minta imbalan karena minim anggaran,” katanya.

Lebar jalan yang dibangun, yaitu 5 meter dengan tinggi antara 10-15 cm. untuk menyelesaikannya, material yang ada masih kurang. Warga berharap pemerintah desa dapat membantu menyelesaikannya.

Mengingat hal tersebut, warga tidak menolak bantuan bantuan dari pihak luar. Mereka menerima bantuan 24 ton semen dari PT Bumi Suksesindo untuk proyek ini. Kepala Dusun Silirbaru, Didik Pribadi, juga turut membantu lima sak semen yang diturunkan langsung di lokasi. (bay)