Sabtu, 4 Februari 2023

Direktur PT BSI Kunjungi Program Olahan Kayu Limbah di Pesanggaran

: :

Upaya Pemerintah Desa Kandangan Tekan Angka Stunting di Wilayahnya

Sebagai upaya menekan angka stunting pada anak usia dini, Pemerintah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi melakukan pemeriksaan balita stunting di wilayah Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Rabu, 1 Februari 2023.

Kisah Penerima Beasiswa PT BSI: Sebuah Mimpi yang Tak Terbayang

WAKTU kecil, tak pernah terlintas dalam mimpinya untuk menempuh pendidikan di bidang pertambangan, apalagi melalui jalur beasiswa. Cita-citanya di masa kecil adalah menjadi pemain sepak bola. Dadang Setiawan namanya.

Panitia Sudah Terbentuk, Pemilihan Kepala Dusun Pancer Akan Segera Berlangsung

Pemerintah Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat pembentukan panitia penjaringan dan penyaringan Kepala Dusun Pancer, Senin, 30 Januari 2023.

Direktur PT Bumi Suksesindo, Riyadi Effendi (baju batik), meninjau tempat pengolahan kayu limbah di Pesanggaran, Selasa, 20 Desember 2022.


Sedulur, Pesanggaran – Direktur PT Bumi Suksesindo (BSI/Perusahaan), Riyadi Effendy, mengunjungi pengolahan kayu limbah, program Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan untuk warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Selasa, 20 Desember 2022.

Meskipun program tersebut dikelola oleh warga Dusun Pancer, lokasi pengolahan limbah kayu tersebut berada di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Pesanggaran–tidak jauh dari Pasar Desa Pesanggaran.

Riyadi Effendy atau yang akrab disapa Teddy datang bersama manajemen PT BSI dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (perusahaan induk PT BSI). Sesampainya di lokasi, Teddy langsung menemui koordinator pelaksana program, Rusdi, yang saat itu tengah mendampingi para pekerjanya beraktivitas.

Baca juga: Perusahaan Tambang Emas PT Bumi Suksesindo Resmikan Musala untuk Warga Dusun Pancer

Sambil berkeliling melihat-lihat aktivitas di tempat tersebut, Teddy terlihat berdiskusi dengan Rusdi. Dari raut mukanya, dia terlihat senang melihat perkembangan program dari PT BSI tersebut. Setelah merasa cukup, Teddy dan rombongan pun pamit meninggalkan lokasi pengolahan kayu tersebut.

Selepas kunjungan, Rusdi bercerita mengenai program pengolahan kayu limbah tersebut kepada sedulur,co. Menurutnya, kayu-kayu yang dia olah dikirim dari site PT BSI dan masih dalam bentuk kayu gelondongan. Kayu-kayu tersebut kemudian diolah menjadi balok kayu, papan, usuk, dan reng.

Kayu-kayu olahan tersebut lalu dipergunakan untuk mendukung program bedah rumah Perusahaan. “Masih ada 10 rumah tidak layak huni yang akan dibedah oleh Perusahaan,” kata Rusdi.

Baca juga: Lima Desa di Kecamatan Pesanggaran Menandatangani Kesepakatan Program Sosial dengan Perusahaan Tambang

Dalam menjalankan usahanya ini, Rusdi dibantu oleh 20 orang pekerja yang bekerja mulai hari Senin sampai Sabtu. “Pada hari Minggu, mereka kita liburkan,” katanya. 

Untuk menjalankan usaha ini, Rusdi harus mengeluarkan biaya operasional mencapai Rp3 juta rupiah setiap hari, termasuk gaji pekerja yang dibayarkan setiap seminggu sekali. Sementara itu, untuk biaya menggergaji kayu, dia harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp1,2 juta rupiah per rit.

Rusdi mengklaim, biaya penggergajian bisa dihemat apabila menggunakan alat sendiri. Sayangnya, ia belum bisa mengoperasikan gergaji kayu miliknya karena masih membutuhkan beberapa perlengkapan lagi agar bisa berfungsi. 

Baca juga: Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur Beri Penghargaan Perusahaan yang Serius Kelola Lingkungannya

“Dalam sebulan, jika kita akumulasi, biaya yang kita keluarkan bisa mencapai 100 juta rupiah,” ucap lelaki bertubuh gempal itu.

Agar para pekerja bisa terus beraktivitas, Rusdi mengaku membutuhkan suplai kayu mentah atau gelondongan sebanyak 5 rit per minggu. Karena keterbatasan stok kayu mentah, dia mewacanakan kayu-kayu tersebut diolah lagi menjadi barang mebel, seperti meja, kursi, dan gazebo.

Dia optimis kayu olahan akan lebih bernilai secara ekonomi dan para pekerjanya bisa terus bekerja. “Tapi ini baru wacana. Kita belum memiliki peralatannya,” kata Rusdi memungkasi. (bay)


TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Upaya Pemerintah Desa Kandangan Tekan Angka Stunting di Wilayahnya

Sebagai upaya menekan angka stunting pada anak usia dini, Pemerintah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi melakukan pemeriksaan balita stunting di wilayah Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Rabu, 1 Februari 2023.

Kisah Penerima Beasiswa PT BSI: Sebuah Mimpi yang Tak Terbayang

WAKTU kecil, tak pernah terlintas dalam mimpinya untuk menempuh pendidikan di bidang pertambangan, apalagi melalui jalur beasiswa. Cita-citanya di masa kecil adalah menjadi pemain sepak bola. Dadang Setiawan namanya.

Panitia Sudah Terbentuk, Pemilihan Kepala Dusun Pancer Akan Segera Berlangsung

Pemerintah Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat pembentukan panitia penjaringan dan penyaringan Kepala Dusun Pancer, Senin, 30 Januari 2023.

Jaga Laut, Nelayan Rajegwesi Membuat Keramba Rumah Apung

Para nelayan Kampung Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bintang Perak membuat keramba rumah apung. 

Tim Pencari Temukan Remaja Asal Glenmore yang Hilang Terseret Arus Laut di Pulau Merah

Tim pencari berhasil menemukan remaja asal Glenmore, Banyuwangi yang hilang terseret arus laut di Pulau Merah, Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi dalam keadaan meninggal, Selasa 24 Januari 2023.

Baca Juga: