Kamis, 11 Agustus 2022

Belajar Membuat Angklung dari Pak Pri

: :

Marinir Lampon Ikuti Ujian Kenaikan Sabuk Karate

Dinas Pendidikan Korps Marinir (Dispen Kormar) melaksanakan ujian kenaikan tingkat atau sabuk karate di lapangan Markas Komando Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, Pesanggaran, Banyuwangi, Minggu, 31 Juli 2022.

Masyarakat Pesanggaran Isi Bulan Suro dengan Doa dan Tirakat

BULAN Suro adalah bulan yang sangat lekat dan sakral bagi umat Islam dan masyarakat Jawa. Dalam penanggalan Islam (hijriah), bulan Suro disebut dengan Muharam.

Warga Pesisir Lampon Gelar Petik Laut Bersama Marinir

Warga pesisir Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 7 Lampon melaksanakan kegiatan Petik Laut 1 Suro, Sabtu, 30 Juli 2022.

Sedulur, Sarongan – Saat Sedulur datang, Supri, 62 tahun, sedang membuat angklung. Dengan telaten dia serut potongan-potongan bambu dengan sebilah pisau menyerupai sabit. Uniknya, tajam pisau tersebut ada di bagian punggungnya.

Sisa-sisa serutan menyerupai tali-tali pendek menumpuk di depannya. Tidak jauh dari tempatnya duduk, stok potongan-potongan bambu yang belum digarap tertumpuk rapi.

Melimpahnya sumber daya alam di Desa Sarongan, dimanfaatkan warga untuk menjalani usaha. Seperti yang ditekuni oleh Supri. Lelaki yang biasa dipanggil Pak Pri ini memanfaatkan bambu dan mengubahnya menjadi alat musik tradisional angklung.

Baca juga: Penjual Bunga di Pasar Silirbaru

Sejak 48 tahun yang lalu, ia mengaku mulai mengenal angklung dari kegemarannya mengikuti sanggar musik tradisional di daerahnya. Kegemaran ini membuat bakat seninya semakin terasah. Dia pun semakin mencintai alat musik bambu yang dibunyikan dengan cara digoyang ini.

membuat angklung 2
Angklung buatan Supri.

Pak Pri tidak hanya belajar mamainkan angklung, sedikit demi sedikit dia juga mempelajari cara membuatnya. “Usia 20 tahun saya sudah bisa menyinkronkan nada,” katanya mengenang masa-masa mudanya.

Awal mulanya, Supri membuatnya untuk dipakai sendiri. Tidak ada pikiran untuk menjualnya karena baginya bermusik adalah untuk kenikmatan batin. Dia menyimpan angklung buatannya dan memainkannya pada saat-saat tertentu untuk menghibur diri.

Lanjut ke halaman berikutnya…

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Marinir Lampon Ikuti Ujian Kenaikan Sabuk Karate

Dinas Pendidikan Korps Marinir (Dispen Kormar) melaksanakan ujian kenaikan tingkat atau sabuk karate di lapangan Markas Komando Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, Pesanggaran, Banyuwangi, Minggu, 31 Juli 2022.

Masyarakat Pesanggaran Isi Bulan Suro dengan Doa dan Tirakat

BULAN Suro adalah bulan yang sangat lekat dan sakral bagi umat Islam dan masyarakat Jawa. Dalam penanggalan Islam (hijriah), bulan Suro disebut dengan Muharam.

Warga Pesisir Lampon Gelar Petik Laut Bersama Marinir

Warga pesisir Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 7 Lampon melaksanakan kegiatan Petik Laut 1 Suro, Sabtu, 30 Juli 2022.

Santri Minhajussalikin Gelar Pawai Obor Mengingat Perjalanan dan Perjuangan Nabi

Yayasan Pondok Pesantren Minhajussalikin Kaligonggo, Ringinmulyo, Pesanggaran, Banyuwangi, memperingati malam Tahun Baru Islam 1 Muharam 1444 Hijriah dengan menggelar pawai obor, Jumat, 29 Juli 2022.

Kirab Tumpeng Hasil Bumi, Cara PSHT Ranting Siliragung Peringati Tahun Baru Islam

Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Siliragung menggelar acara kirab dan tasyakuran peringatan malam Tahun Baru Islam (1 Muharam), Jumat, 29 Juli 2022. Masyarakat Jawa lebih mengenalnya dengan malam siji (satu) Suro. 

Baca Juga: