kelinci piaraan
160 views

Mengais Rezeki dari Kelinci

BANYAK orang yang memelihara kelinci melakukannya hanya sebagai hobi. Mereka melakukannya karena menyukai hewan bertelinga panjang tersebut. 

Karena hanya hobi, perlakuannya, ya, seperti hewan piaraan pada umumnya, seperti kucing atau anjing. Tidak ada niatan menjadikannya lahan bisnis yang bisa mendatangkan keuntungan.

Namun, tidak dengan Khoirul Budi Santoso, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Dia berhasil menjadikan kelinci piaraannya sebagai sumber penghasilan yang menggiurkan. 

Khoirul mulai mengembangkan usaha ternak kelinci pada 2006. Pada waktu itu, dia hanya bermodal tiga juta rupiah. Masyarakat Pesanggaran masih jarang yang memelihara kelinci waktu itu.

Baca juga: Ayam Pedas Mbok Jo Sumberagung yang Melegenda

Meskipun hanya dengan modal terbatas, dia bisa bertahan, bahkan berkembang. Kelinci-kelincinya beranak pinak dan dia bisa menjualnya. Sampai saat ini, Khoirul telah menjual ribuan kelinci. Dia pun bisa mengantongi puluhan juta rupiah dari bisnis tersebut. 

“Saya hanya memelihara jenis Rex,” ucapnya kepada sedulur.co pada Rabu, 8 Desember 2021. Orang sering menyebutnya kelinci karpet. Khoirul beralasan, Rex paling mudah pemasarannya di Banyuwangi.

Kelinci Rex bisa berumur hingga 10 tahun, bahkan lebih. Meskipun demikian, populasinya bisa berkembang dengan cepat. Dalam setahun, kelinci bisa beranak hingga lima kali, di mana setiap melahirkan bisa mencapai 3-15 ekor.

Saat ini, di dalam kandang berukuran 4 x 6 meter miliknya, Khoirul memelihara 100 ekor indukan. Dia membuat kandang bersusun agar muat. Dengan indukan tersebut, dia mampu meraup omset sekitar tiga juta rupiah setiap bulan.

Baca juga: Mencicipi Rujak Soto di Muara Mbaduk

Sama seperti manusia, lanjutnya, kelinci juga bisa terserang penyakit. Untuk mencegahnya, Khoirul memberikan suntikan vaksin setiap tiga bulan sekali. “Meskipun tidak terserang penyakit, itu tetap diberikan karena sebagai imun,” kata lelaki yang berprofesi sebagai sopir tersebut. 

Selain rumput, Khoirul memberi makan kelinci-kelincinya dengan ampas tahu. Kebetulan, ada pabrik tahu di dekat rumahnya. “Dalam sehari, saya beri pakan dua kali: pagi dan sore,” katanya. 

Selama ini, dia menjual hewan piaraanya itu kepada pedagang yang ada di Banyuwangi dan Jember. Selain itu, ketika ada keramaian, dia biasa memajang kelincinya. “Seperti ketika ada expo, petik laut, dan momen-momen besar lainnya,” ujarnya.

Harga kelinci miliknya beragam. Untuk Rex biasa yang berusia 45 hari, dia membanderol dengan harga mulai 50 ribu rupiah. Harganya bisa mencapai jutaan untuk yang kualitas kontes. Tergantung kualitas dan warnanya.

Sebagai tambahan, Khoirul juga mau membeli kelinci milik peternak-peternak yang ada di sekitarnya, tetapi hanya untuk jenis Rex. Minat berbisnis hewan lucu ini? Silakan datang ke rumahnya atau menghubungi nomor 0852 3120 5962. (ala)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts
Read More

Asa Sofyan Membuat Pupuk dan Pertanian Organik

PUPUK organik merupakan elemen penting untuk mewujudkan pertanian organik. Sofyan Tusiono, warga Sarongan, Pesanggaran yang saat ini tinggal di Bali, adalah salah satu pelaku pertanian organik. Dia berhasil membuat pupuk organik cair dengan memanfaatkan kotoran hewan ternak serta bonggol pisang.