Rabu, 20 November 2019

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

: :

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Pesanggaran – Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi hari ini, Kamis (24/10). Penerima JKN-KIS dari BPJS Kesehatan ini berjumlah 177 orang. Mereka merupakan warga Pesanggaran.

Penyerahan secara simbolis berlangsung di pendopo Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Acara dihadiri oleh para penerima program, jajaran BPJS Banyuwangi, dan jajaran pemerintah kecamatan. Selain menerima bantuan, kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh pihak BPJS Kesehatan untuk sosialisasi.

Kabid Penjaminan Manfaat Primer BPJS Banyuwangi, Bustomi Arif, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian program kesehatan PT Bumi Suksesindo (BSI). PT BSI, imbuh Tomi, merupakan perusahaan pertama di Banyuwangi yang memberi bantuan pembiayaan iuran BPJS untuk warga prasejahtera.

Program dari PT BSI ini merupakan yang pertama kali di Banyuwangi ada program CSR untuk mengikuti program JKN,” kata Tomi.

Tomi menegaskan bahwa program JKN-KIS yang dibagikan ini bukan program pengobatan atau layanan kesehatan gratis. Namun, PT BSI telah membayar iuran kepesertaan BPJS warga selama satu tahun penuh. 

Kabid Penjaminan Manfaat Primer BPJS Banyuwangi, Bustomi Arif, menyerahkan secara simbolis program JKN-KIS untuk warga prasejahtera Pesanggaran.

Warga penerima bantuan tidak perlu lagi membayar iurannya. “PT BSI sudah membayar iuran peserta selama setahun,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Pesanggaran, Sugiyo Dermawan, berharap dengan program ini warganya semakin peduli dengan kesehatan. Sehingga, kualitas kesehatan warga semakin meningkat. Warga harus bisa memanfaatkannya dengan baik program-program kesehatan yang diberikan pemerintah maupun swasta.

Menurutnya, kesempatan warga mendapat bantuan ini merupakan sebuah keberuntungan. “Bapak, Ibu beruntung karena tidak semua memperoleh bantuan ini,” kata Sugiyo.

Bantuan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan ini merupakan bagian dari program kesehatan PT BSI. Dalam pelaksanaannya, pihak PT BSI bekerja sama dengan pemerintah dan BPJS Kesehatan.

Penerima program merupakan warga Kecamatan Pesanggaran tetutama yang tinggal di sekitar perusahaan. Seleksi dilakukan untuk memastikan penerima tidak sedang menerima bantuan dari pihak lain. (mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya.

“Nguri-nguri” Budaya Melalui Wayang Kulit dan Kesenian Daerah

Siapa yang mengira jika pada zaman milenial yang semakin modern ini masih ada segelintir remaja yang peduli akan budaya tradisional?

Baca Juga: