Sabtu, 14 Desember 2019

Ringin Bwi: Agrowisata Baru di Pesanggaran

: :

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Dari Kantor Desa Pesanggaran, teruslah ke selatan mengarah Pantai Lampon. Kurang lebih satu kilometer kemudian, ada pertigaan. Di pertigaan itu, ambil arah timur—ke kiri. Kira-kira 500 meter dari sana, Anda akan sampai di lokasi Agrowisata Ringin Bwi (baca: be-we-i).

Dengan membayar tiket masuk Rp15.000 per orang, tiap pengunjung dapat memetik dan makan buah naga sepuasnya.

“Tapi harus dimakan di tempat, lo. Nggak boleh dibawa pulang,” kata Yudha sambil tersenyum. Ia adalah Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dusun Ringinsari, pengelola destinasi wisata baru itu.

Selain menyantap buah naga, pengunjung juga dapat memesan makanan kepada pengelola. Menu yang ditawarkan adalah makanan lokal khas Pesanggaran.

Agrowisata Ringin Bwi merupakan usaha milik bersama para pemuda Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Pengelolaannya ditangani Pokdarwis Dusun Ringinsari, yang diprakarsai empat pemuda kreatif, yaitu Yudha Anggara (26/Ketua), Yogik Afandi (26), Erdi Suwandono (25), dan Candra Pratama (25).

Mereka tergerak mendirikan Pokdarwis karena melihat potensi wilayah mereka dapat dikembangkan menjadi area wisata. Inisiatif itu muncul setelah mengikuti kegiatan peningkatan SDM Pokdarwis yang diadakan oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) pertengahan tahun lalu. Pendorongnya bukan hanya motif bisnis semata. Mereka ingin mengubah stigma negatif anak-anak muda Pesanggaran yang dicap hanya bisa tawuran dan mabuk-mabukan.

“Kami ingin pemuda di sini memiliki kegiatan positif yang menghasilkan rupiah,” jelas Yudha. 

Agrowisata Ringin Bwi resmi dibuka pada 29 Desember 2018. Peresmiannya cukup meriah karena dalam acara tersebut digelar festival buah naga. Wilayah Pesanggaran memang terkenal sebagai penghasil buah naga terbesar di Kabupaten Banyuwangi.

“Kami ingin meningkatkan potensi wisata, khususnya agrowisata, di wilayah Pesanggaran.  Selain itu, juga memaksimalkan potensi ekonomi dan wisata di wilayah Kecamatan Pesanggaran,” ujar Yudha. 

Saat ini, Yudha dan teman-teman-nya patut bersyukur karena upaya mereka mulai membuahkan hasil. Pengunjung mulai berdatangan ke kebun buah naga mereka. Kebanyakan malah dari luar kota seperti Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Bahkan pernah ada rombongan dari Tangerang, Jawa Barat.

Berminat pesta buah naga dan menikmati kuliner Banyuwangi? Kunjungi Ringin Bwi. Kontak Pokdarwis Ringinsari (Yudha): 0853-315-28377.

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya.

“Nguri-nguri” Budaya Melalui Wayang Kulit dan Kesenian Daerah

Siapa yang mengira jika pada zaman milenial yang semakin modern ini masih ada segelintir remaja yang peduli akan budaya tradisional?

Baca Juga: