Kamis, 16 Juli 2020

Dari Pengurai Sampah Jadi Rupiah

: :

Sumberagung Mulai Mutakhirkan Data Pemilih

Desa Sumberagung mulai memutakhirkan data pemilih untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 2020. Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi melantik Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), Selasa, 14 Juli 2020.

BPD Kecamatan Pesanggaran Diskusikan Pemberdayaan

Beberapa anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari wilayah Kecamatan Pesanggaran bertemu dengan managemen PT Bumi Suksesindo (BSI), mendiskusikan program pemberdayaan masyarakat, Sabtu, 11 Juli 2020.

Empon-empon Berkhasiat Ala Mbah Hanifah

Masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan jamu tradisional yang terbuat dari empon-empon. Meskipun sebagian mereka tidak menyukainya karena rasanya.

Sumbermlyo Mesin pengurai sampah berupa larva maggot yang dijalankan oleh Kelompok PEGA Indonesia di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi tidak hanya dapat mengurangi permasalahan sampah, namun juga mendatangkan rupiah bagi para pengelolanya. Ibarat sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

Menurut Ketua PEGA Indonesia, Sundariyanto, ada banyak varian produk yang dapat dijual dari usaha ini, antara lain telur BSF, maggot usia 7-20 hari, dried maggot atau maggot yang dikeringkan dan pelet. Kandungan minyak pada larva maggot memiliki kandungan asam lemak baik yang cocok untuk bahan pembuatan kosmetik maupun obat.  

Saat ini, PEGA dapat menghasilkan maggot 15-20 kilogram per harinya. Meskipun demikian, mereka saat ini masih berkonsentrasi pada produksi dan pemasaran telur BSF. Bahkan, pembelinya kebanyakan dari luar daerah, seperti Kalimantan, Bali, Bandung, Magetan, Jember, Bangka, Malang dan lain-lain.

“Untuk telur maggot, kami menjualnya seharga Rp 6.000-7.000 per gramnya,” katanya.

Seorang anggota PEGA Indonesia sedang menjemur pelet dari maggot.

Memang keuntungan yang diperoleh para pemuda ini belum besar karena mereka baru memulai usaha ini enam bulan yang lalu, setelah PT Bumi Suksesindo (BSI) selesai membuatkan mereka tempat pengembangbiakan maggot tersebut. Namun, mereka bersyukur karena dapat membiayai operasional usahanya dari penjualan yang dilakukan.

“Kami memulai usaha ini Juli 2019 setelah dibantu BSI membuat tempat ini,” kata Sundariyanto.

Wakil Ketua PEGA Indonesia, Dirga Wira H. menambahkan, meskipun permintaan pasar tinggi, pihaknya tidak menjual keseluruhan maggot. PEGA mengupayakan untuk menambah program penciptaan produk turunan baru, seperti pelet dan dried maggot. Sebagian maggot juga dipelihara hingga menjadi lalat BSF. Tujuanya untuk memastikan proses pembibitan terus berkesinambungan dan keberadaan mesin pengurai sampah miliknya tetap beroperasi.

“Sebagian larva maggot, kita biarkan tumbuh hingga menjadi pupa, yang selanjutnya berubah menjadi lalat. Selanjutnya lalat akan bertelur dan ditetaskan,” katanya.

Seekor lalat BSF, masih Dirga, dapat menetaskan hingga lebih dari 500 telur pada tempat yang kering. Telur lalat yang sudah menetas, satu minggu sudah tumbuh menjadi larva maggot. Pada usia ini, mereka sangat efektif menjadi pengurai sampah. “Usia maggot itu tidak lama. Makanya kami mencoba membuat sentrat dari maggot yang dicampur bekatul. Komposisinya 2 (maggot) banding 1 (kg bekatul),” jelas Dirga.

Dia juga menjelaskan, bahwa larva maggot memiliki banyak manfaat. Di antaranya mengandung kalsium, yang baik untuk tulang dan bulu hewan. Kaya omega 3 dan asam lemak untuk kesehatan. Serta mengandung asam laurat, senyawa anti mikroba untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Kelompok PEGA Indonesia juga membuka ruang diskusi dengan siapa saja tentang maggot. “Kami terbuka kepada siapa saja untuk menambah pengetahuan. Mereka bisa datang langsung ke tempat kami atau lewat instagram @bsf_pega_indonesia,” pungkas Dirga. (tim)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Sumberagung Mulai Mutakhirkan Data Pemilih

Desa Sumberagung mulai memutakhirkan data pemilih untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 2020. Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi melantik Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), Selasa, 14 Juli 2020.

BPD Kecamatan Pesanggaran Diskusikan Pemberdayaan

Beberapa anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari wilayah Kecamatan Pesanggaran bertemu dengan managemen PT Bumi Suksesindo (BSI), mendiskusikan program pemberdayaan masyarakat, Sabtu, 11 Juli 2020.

Empon-empon Berkhasiat Ala Mbah Hanifah

Masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan jamu tradisional yang terbuat dari empon-empon. Meskipun sebagian mereka tidak menyukainya karena rasanya.

Tumpukan Sampah Pasar Silirbaru Jadi Masalah

Tumpukan sampah yang menggunung di pasar Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran akhirnya dikirim ke TPA milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi, Minggu, 12 Juli 2020.

Nujek Kini Hadir di Pesanggaran

Sejak diperkenalkan beberapa waktu lalu, warga Pesanggaran beramai-ramai mendaftar menjadi driver NuJek.

Baca Juga: