Sabtu, 14 Desember 2019

Panitia Berharap Kompetisi Surfing Dapat Rutin Digelar di Pulau Merah

: :

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Ketua panitia penyelenggara Gandrung Surf Competition Pulau Merah 2019, Suyitno, mengapresiasi dukungan semua pihak terhadap acara ini dan berharap kompetisi ini dapat diselenggarakan secara rutin, minimal setahun sekali. Dia merasa senang karena kompetisi ini akhirnya dapat terselenggara.

“Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu terselenggaranya acara ini. Semoga acara ini dapat diadakan secara rutin,” ujar Suyit di depan undangan acara pembukaan kompetisi di pantai Pulau Merah (6/7).

Menurut Suyit, kompetisi surfing ini terselenggara atas kerjasama Kelompok Masyarakat (Pokmas) Wisata Pulau Merah dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Salah satunya adalah pengelola tambang emas di Tumpang Pitu, PT Bumi Suksesindo (BSI).

“Untuk menyelenggarakan acara ini kami bekerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun perusahaan (BSI, red.) di sekitar sini,” imbuh Suyit.

Lelaki bertubuh gempal ini meyakini daya tarik Pulau Merah akan terus meningkat apabila ditunjang dengan event-event yang menarik. Selain itu, kompetisi ini dapat memberi kesempatan para peselancar lokal untuk berkembang.

Panitia Gandrung Surf Competition Pulau Merah 2019 berfoto bersama para pendukung acara (6/7).

Dihubungi terpisah, Senior Manajer External Affairs PT BSI, Sudarmono menjelaskan bahwa dukungan PT BSI terhadap event ini bukan tanpa alasan. Perusahaan tambang emas ini melihat event ini dapat meningkatkan minat wisatawan untuk mengunjungi kawasan pantai di pesisir selatan Banyuwangi ini.

“Apabila jumlah wisatawan meningkat, hal ini akan menguntungkan masyarakat wisata Pulau Merah. Makanya kami dukung acara ini,” jelas Sudarmono.

Sudarmono menambahkan, PT BSI melihat Pulau Merah sebagai aset penting untuk dilestarikan karena dapat menunjang perekonomian masyarakat luas. Sehingga, pihaknya mendukung kegiatan-kegiatan yang dapat memperbaiki area wisata ini.

Selain dukungan terhadap event yang bersifat monumental, PT BSI juga secara rutin membantu permasalahan kebersihan pantai. “Kami juga menyediakan petugas kebersihan di sini (Pulau Merah, red.),” imbuh Sudarmono.

Event Gandrung Surf Competition ini merupakan gelaran yang perdana. Ada lima kategori yang dilombakan, yaitu kelas Open, Under 16, Under 12, Women, dan Long Board. Total peserta yang telah registrasi ulang sebanyak 80 orang dari 140 pendaftar daring. (mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Simulasi Sadar Bencana di SDN Sumberagung

Simulasi sadar bencana digelar di SDN 4 dan SDN 8 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran hari ini, Sabtu (16/11).

Setelah Empat Tahun, SLB Lentera Hati Kini Miliki Gedung Baru

Tasyakuran untuk menempati gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Hati di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dilaksanakan sore ini, Jumat (8/11).

Program JKN-KIS untuk Warga Prasejahtera di Pesanggaran

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk warga prasejahtera di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi

Puskesmas Sumberagung Canangkan Program Pemberantasan TBC

Puskesmas Sumberagung gencar mengampanyekan program pemberantasan penyakit TBC (Tuberkulosis) di wilayah kerjanya.

“Nguri-nguri” Budaya Melalui Wayang Kulit dan Kesenian Daerah

Siapa yang mengira jika pada zaman milenial yang semakin modern ini masih ada segelintir remaja yang peduli akan budaya tradisional?

Baca Juga: