Selasa, 21 Januari 2020

Rusak Parah, Akhirnya Warga Membongkar Masjid Nurul Islam

: :

Program Perbaikan untuk Jalan Desa

Beberapa ruas jalan desa/kampung di wilayah Pesanggaran kini nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Jalan-jalan tersebut kini terlihat lebih rapi dan nyaman dilalui.

Era Edmodo Telah Datang di Kandangan

Majunya teknologi sekarang ini membuat masyarakat memasuki era digital. Sejumlah pekerjaan yang dulunya harus dikerjakan secara manual, sekarang bisa dikerjakan melalui media digital, termasuk dalam lingkup pendidikan.

Asa Si Pesepak Bola Muda

Perasaan bahagia masih menggelayuti Gesang Hidayatullah setelah memenangi tiket AIA 100 Talents Go to Phuket. Di Thailand, Gesang digembleng oleh tim Global Development Coach Tottenham Hotspur selama seminggu tentang sepak bola.

Gempa berkekuatan 6,0 skala richter yang mengguncang wilayah Banyuwangi kemarin (16/7) mengakibatkan bangunan Masjid Nurul Islam di Rajegwesi, Sarongan, Pesanggaran, Banyuwangi rusak berat. Hampir keseluruhan bangunan retak-retak, bahkan beberapa tiang penyangga miring.

Karena dianggap membahayakan, masyarakat pun memutuskan untuk membongkar bangunan masjid yang dibangun pada 1999 tersebut hari ini, Rabu (17/7).

Sebuah alat berat diturunkan untuk membantu proses pembersihan puing-puing Masjid Nurul Islam.

“Bangunannya retak-retak. Beberapa tiangnya miring. Kalau nggak dibongkar bahaya,” terang Mohamad Mubarokh, salah seorang tokoh masyarakat yang Sedulur temui di lokasi.

Warga Rajegwesi dan sekitarnya sudah berkumpul sejak pagi untuk memugar bangunan masjid. Sebuah alat berat juga terlihat di lokasi sedang mengais-ngais puing-puing bangunan. Sementara warga bergotong-royong dengan alat seadanya.

“Itu alat dari PT BSI. Kemarin tiba di sini,” ujar Gus Barokh, demikian dia biasa dipanggil.

Berita tentang rusaknya Masjid Nurul Islam Rajegwesi ini sempat viral di dunia maya kemarin. Efeknya, simpati berdatangan dari masyarakat luas. Mereka memberi bantuan kepada warga Rajegwesi untuk memperbaiki masjid tersebut.

Kondisi Masjid Nurul Islam Rajegwesi, Sarongan, Pesanggaran setelah gempa kemarin (16/7).

Warga juga kompak untuk mengumpulkan dana guna membangun ulang masjid kebanggaan warga Rajegwesi ini. Selain dari kas takmir, mereka juga membuka pos-pos untuk menggalang bantuan.

Gus Barokh menambahkan, selain Masjid Nurul Islam, tidak kurang dari 64 rumah warga yang terdampak gempa. Tiga di antaranya cukup parah. (tiw/mam)

TANGGAPI?

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Program Perbaikan untuk Jalan Desa

Beberapa ruas jalan desa/kampung di wilayah Pesanggaran kini nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Jalan-jalan tersebut kini terlihat lebih rapi dan nyaman dilalui.

Era Edmodo Telah Datang di Kandangan

Majunya teknologi sekarang ini membuat masyarakat memasuki era digital. Sejumlah pekerjaan yang dulunya harus dikerjakan secara manual, sekarang bisa dikerjakan melalui media digital, termasuk dalam lingkup pendidikan.

Asa Si Pesepak Bola Muda

Perasaan bahagia masih menggelayuti Gesang Hidayatullah setelah memenangi tiket AIA 100 Talents Go to Phuket. Di Thailand, Gesang digembleng oleh tim Global Development Coach Tottenham Hotspur selama seminggu tentang sepak bola.

Minhajussalikin dan Dakwah Islam di Pesanggaran

Membincang soal dakwah Islam di Pesanggaran tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh-tokoh seperti Kiai Khoirun dan KH. Fathul Mubin Amirullah. Kiai Khoirun adalah pendiri Masjid Jami’ Roudlotul Huda, sedangkan Kiai Mubin adalah pengasuh Pondok Pesantren (PP) Minhajussalikin.

Gula Semut yang Imut

Ada gula ada semut, semua orang kenal ungkapan ini. Tapi, tahukah Anda tentang gula semut? Produk dengan nama yang lucu ini memang belum terlalu populer.

Baca Juga: